— Rencana pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos oleh Indonesia terus dibahas intensif. Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, mengatakan kerja sama pertahanan terkait pengadaan senjata strategis ini masih berlangsung hingga kini.

Chakravorty menyebutkan Indonesia telah menunjukkan “ketertarikan yang sangat kuat” terhadap sistem rudal BrahMos. Pernyataan itu disampaikan dalam pengarahan pers di Kedutaan Besar India, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Kerja Sama Pertahanan dan Transfer Teknologi

Dubes Chakravorty menilai BrahMos tidak hanya andal dari sisi performa, tetapi juga relatif terjangkau sehingga cocok bagi negara-negara maritim seperti Indonesia. Ia mengatakan pembahasan dengan pihak Indonesia kini sudah mencapai “tahap yang sangat maju” dan berharap kesepakatan penting dapat segera dirampungkan.

Menurut Chakravorty, kemitraan pertahanan antara Jakarta dan New Delhi melampaui transaksi jual-beli alutsista. Kerja sama diarahkan pada penguatan industri pertahanan dalam negeri serta perwujudan kemandirian nasional kedua negara. India berkomitmen berbagi pengalaman dan teknologi dengan Indonesia sejalan dengan visi penguatan industri pertahanan strategis di dalam negeri.

Ruang Lingkup Pembahasan Bilateral

Selain aspek militer, Dubes Chakravorty menyebut pertemuan bilateral juga mencakup pembahasan soal ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi industri, dan pengembangan mineral kritis. Ia menyatakan adanya peluang investasi di Indonesia untuk memproduksi komoditas yang dapat disuplai ke pasar global.

Skema Pembiayaan dan Jejak Diplomasi Militer

Persiapan pembiayaan pengadaan alutsista ini dinyatakan telah terintegrasi dalam pagu anggaran 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut sebelumnya menjelaskan skema pendanaan telah dialokasikan secara matang.

Penjajakan teknologi BrahMos telah berlangsung sejak akhir tahun sebelumnya. Momen penting terjadi pada Desember 2024 saat Kepala Staf Angkatan Laut India, Laksamana Dinesh K. Tripathi, melakukan kunjungan kehormatan ke Jakarta dan mengadakan pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Laut RI, Laksamana TNI Muhammad Ali. Dalam pertemuan itu, transfer teknologi militer dan adaptasi BrahMos untuk armada kapal perang Indonesia menjadi salah satu item utama diskusi.

Tentang Rudal BrahMos

BrahMos adalah hasil pengembangan bersama antara Defence Research and Development Organisation (DRDO) India dan NPO Mashinostroyeniya Rusia. Rudal ini memiliki kecepatan mencapai Mach 2,8 hingga Mach 3, sehingga disebut sebagai salah satu rudal jelajah antarkapal tercepat di dunia saat ini.

Kecepatan supersonik BrahMos menjadikannya sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara kapal perang modern. Bagi Indonesia, ketertarikan terhadap sistem ini dilatarbelakangi kebutuhan memperkuat strategi pertahanan maritim, terutama di wilayah rawan seperti Laut Natuna Utara, dengan tujuan meningkatkan daya jangkau dan efek gentar terhadap potensi pelanggaran kedaulatan.

Langkah mendekati India juga menggambarkan strategi diplomasi pertahanan Indonesia yang berupaya melakukan diversifikasi mitra alutsista dan memanfaatkan peluang transfer teknologi untuk mencapai kemandirian industri militer domestik.