— Otoritas Beijing menyatakan pilot yang menabrakkan pesawat ringan ke Menara CITIC diduga sengaja melakukan aksi tersebut dan sempat menulis niat bunuh diri dalam catatan pribadinya.

Insiden menewaskan pilot berusia 66 tahun itu dan melukai 13 orang lain setelah pesawat menabrak gedung pencakar langit setinggi 528 meter di Kawasan Bisnis Pusat (CBD) Beijing.

Detail Kejadian

Peristiwa terjadi ketika pesawat ringan bermesin baling-baling ganda yang dikemudikan pilot tersebut menghantam salah satu lantai atas Menara CITIC. Di lokasi terlihat lubang pada jendela di lantai atas, serpihan puing pesawat, serta kobaran api kecil di bagian dasar gedung setelah benturan.

Menurut pernyataan resmi pemerintah Distrik Chaoyang, pilot berinisial Liu lepas landas dari bandara penerbangan umum di pinggiran Distrik Pinggu untuk sesi latihan. Pada penerbangan solo terakhir, Liu keluar dari zona yang ditentukan dan kehilangan kontak dengan menara pengawas sebelum menghantam gedung.

Latar Belakang Pilot

Pemerintah menyebut Liu berstatus cerai dan hidup sendiri di Beijing. Di dalam buku hariannya ditemukan banyak tulisan yang berulang kali merujuk pada keinginan untuk “mengakhiri hidupnya”.

Otoritas menyatakan Liu lama menderita insomnia akut dan gangguan kecemasan. Secara profesional, ia bekerja sebagai pekerja lepas dan memiliki lisensi sport pilot sejak 2021 serta lisensi private pilot sejak 2024.

Respons dan Pengawasan

Setelah kejadian, otoritas siber China menghapus banyak foto dan video insiden yang diunggah di media sosial. Aparat di lokasi melarang keras jurnalis dan warga mengambil gambar gedung yang rusak.

Menara CITIC, yang juga dikenal sebagai China Zun karena bentuk arsitekturnya, merupakan gedung tertinggi di Beijing sejak 2018 dan berada di jantung distrik bisnis yang dikelilingi kantor kedutaan dan pusat finansial.

Zona Terbang dan Regulasi

Wilayah udara di atas Beijing disebut sebagai salah satu ruang udara paling dijaga ketat. Pemerintah menerapkan aturan zona larangan terbang yang sangat ketat untuk melindungi kompleks pemerintahan Zhongnanhai dan area simbolis seperti Lapangan Tiananmen.

Kecelakaan ini menjadi sorotan bagi penerbangan umum (general aviation) di China, seiring pernyataan bahwa kasus tersebut merupakan insiden yang membahayakan keselamatan publik dengan motif personal.

Potensi Tindak Lanjut

Pernyataan resmi menyinggung kemungkinan evaluasi menyeluruh oleh Badan Penerbangan Sipil China (CAAC) terkait pengetatan prosedur pemeriksaan psikologis berkala bagi pemegang lisensi pilot pribadi.

Pemeriksaan radar dan pengawasan terhadap pergerakan pesawat dari bandara-bandara kecil di sekitar ibu kota juga disebut-sebut mendapat perhatian lebih pascakejadian ini.