Pemerintah Targetkan Penandatanganan IEU CEPA Akhir Oktober 2026
Menteri Perdagangan Budi Santoso optimistis Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) dapat ditandatangani paling lambat akhir Oktober 2026 di Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Pemerintah Indonesia telah merampungkan seluruh dokumen administrasi dan draf ratifikasi yang diperlukan. Saat ini, pihak Indonesia tinggal menunggu kesiapan teknis dari Uni Eropa yang menaungi 27 negara anggota.
Kementerian Perdagangan terus melakukan koordinasi secara paralel agar proses penandatanganan dan implementasi kebijakan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.
"Jadi kita masing-masing mempersiapkan dengan baik. Kita sudah paralel menyiapkan semua itu, kemudian di EU juga sudah mempersiapkan cara administrasi. Mudah-mudahan memang nanti akhir Oktober bisa ditandatangani," kata Budi Santoso, Menteri Perdagangan.
Penyiapan berkas dari pihak Uni Eropa membutuhkan waktu lebih lama karena harus mengomodasi prosedur administratif dari puluhan negara anggotanya.
"Kalau kami sebenarnya sudah siap, sekarang yang ditunggu tinggal dari pihak EU-nya. Karena mereka kan terdiri dari 27 negara, jadi secara administrasi membutuhkan waktu," kata Budi Santoso, Menteri Perdagangan.
Setelah kesepakatan ditandatangani pada Oktober, draf ratifikasi akan diserahkan ke DPR RI. Pemerintah menargetkan proses pembahasan dengan parlemen tuntas dalam waktu satu hingga dua bulan agar regulasi berlaku mulai Januari 2027.
"Kami sudah mempersiapkan administrasinya semua, konsepnya semua, draftnya sudah kami siapkan. Sehingga tinggal nanti ratifikasi dengan DPR, disepakati ya kita jalan. Berarti 1-2 bulan harus selesai, nanti kemudian Januari sudah implementasi," kata Budi Santoso, Menteri Perdagangan.
Pertemuan dengan Duta Besar Uni Eropa juga telah digelar untuk mengonfirmasi sejauh mana persiapan administrasi dan teknis pelaksanaan perjanjian di tingkat Eropa.
"Makanya ini kan kita kemarin sebenarnya ketika ketemu dengan Dubes EU itu untuk mempersiapkan implementasi termasuk persiapannya seperti apa sekarang. Kami juga konfirmasi kepada Dubes EU seperti apa persiapan di sana. Karena kami pada dasarnya sudah siap. Tapi kan harus menunggu juga tanda tangan di sana," kata Budi Santoso, Menteri Perdagangan.
Pemerintah membidik lonjakan nilai ekspor ke kawasan Eropa hingga dua kali lipat setelah perjanjian ini efektif berjalan pada tahun depan. Produk manufaktur padat karya diproyeksikan menjadi penyumbang terbesar peningkatan tersebut.
"Kita sih tahun depannya kalau sudah berjalan ya kami harapannya paling tidak bisa 2 kali lipat ya dari yang sekarang. Komoditasnya terutama produk-produk manufaktur yang padat karya seperti pakaian jadi, tekstil, alas kaki, elektronik itu memang jadi target kita," kata Budi Santoso, Menteri Perdagangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow