Pemerintah Tambah Tiga Negara Pengecualian Aturan DHE SDA
Pemerintah berencana menambah China, Australia, dan Kanada ke dalam daftar negara yang dikecualikan dari kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di perbankan domestik, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Kamis (23/7/2026).
Rencana perluasan pengecualian tersebut menjadi bagian dari evaluasi kebijakan DHE SDA yang berlandaskan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026 dan telah diberlakukan sejak Juni 2026. Sebelum rencana perluasan ini bergulir, fasilitas pengecualian penempatan devisa hasil ekspor tersebut hanya diberikan kepada Amerika Serikat.
Langkah pertimbangan ini diambil atas dasar keberadaan perjanjian perdagangan internasional yang sudah terjalin, baik secara bilateral maupun multilateral.
"Beberapa negara yang kita cukup banyak yang dengan bilateral. Misalnya dengan Amerika, China, Australia, dan Kanada. (Pertimbangannya) sudah ada bilateral agreement dan multilateral agreement. Itu bagian dari WTO (World Trade Organization) juga," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Pemerintah tetap menjadwalkan peninjauan ulang secara berkala guna mengukur sejauh mana efektivitas pelaksanaan aturan DHE SDA di lapangan.
"Nanti dievaluasi pada pertengahan September," tutur Airlangga Hartarto.
Implementasi penempatan dana eksportir di dalam negeri ini diharapkan mampu memperkuat ketersediaan likuiditas perbankan serta menjaga stabilitas nilai tukar mata uang nasional.
"Yang penting, ini kan dari Juni, Juli, Agustus, September. Itu sudah efektif, uangnya akan masuk ke sini. Jadi seharusnya sih rupiah akan semakin menguat," tutur Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Proses evaluasi berkala juga ditujukan untuk memetakan rincian teknis serta mengatasi berbagai persoalan operasional yang berpotensi muncul selama masa penerapannya.
"DHE itu kan udah lama aturannya, kami rapat untuk memastikan negara mana saja yang dikecualikan. Terus bank mana saja yang bisa nampung DHE. Terus perusahaannya yang mana saja yang ada dicari. Teknisnya seperti apa," terang Purbaya Yudhi Sadewa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow