Pemerintah Perkuat Tata Kelola Ekspor Mineral Kritis dan Logam Tanah Jarang
Pemerintah memperkuat tata kelola ekspor mineral kritis, termasuk logam tanah jarang, dengan memanfaatkan potensi sumber daya besar yang dimiliki Indonesia, dalam rapat di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (27/7), dilansir dari Detik Finance.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menyatakan Indonesia memiliki cadangan logam tanah jarang sekitar 350 ribu ton Rare Earth Oxides (REO). Ia menegaskan perlunya tata kelola dan hilirisasi untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian.
"Logam Tanah Jarang harus dipahami sebagai pembangunan rantai nilai industri nasional, bukan sekadar aktivitas pertambangan. Nilai tambah terbesar tercipta setelah proses pemisahan, pemurnian, hingga menjadi komponen industri berteknologi tinggi," ujar Dudung.
Dalam rapat juga dibahas penguatan sistem verifikasi ekspor mineral. PT SUCOFINDO (Persero) tengah mengembangkan strategi identifikasi mineral ikutan, termasuk REE dan unsur radioaktif, untuk mendukung proses verifikasi ekspor mineral.
SUCOFINDO dan Danantara Indonesia berkolaborasi menguatkan sistem verifikasi ekspor mineral. Pertemuan dihadiri Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria dan Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero) Sandry Pasambuna.
Dony Oskaria menyampaikan transformasi tata kelola, model bisnis, dan pengembangan sumber daya manusia merupakan upaya meningkatkan daya saing BUMN.
"Kehadiran Danantara dan Badan Pengaturan BUMN melalui transformasi tata kelola, bisnis, finansial, serta pengembangan SDM telah menghadirkan model bisnis, operasi, dan budaya kerja baru yang mendorong BUMN menuju kinerja kelas dunia," ujar Dony Oskaria.
Sandry Pasambuna menegaskan SUCOFINDO akan terus menjalankan layanan verifikasi, inspeksi, pengujian, dan sertifikasi untuk mendukung tata kelola sektor mineral.
"SUCOFINDO akan terus mendukung agenda pembangunan nasional melalui penguatan layanan verifikasi, inspeksi, pengujian, dan sertifikasi guna meningkatkan transparansi, kepatuhan, serta kredibilitas tata kelola sektor mineral maupun sektor strategis lainnya," kata Sandry Pasambuna.
Sandry juga menyebut perusahaan melakukan transformasi lewat penguatan tata kelola, adopsi teknologi, peningkatan kualitas layanan, dan perluasan jaringan operasional.
"Melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapabilitas, kami optimistis SUCOFINDO dapat terus memberikan nilai tambah bagi pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global," tutup Sandry Pasambuna.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow