Pemerintah Mulai Proyek PLTS 100 GWp Senilai Rp 1.140 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah secara resmi memulai implementasi Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt Peak (GWp) melalui peletakan batu pertama oleh Presiden Prabowo Subianto di Jembrana, Bali, pada akhir Agustus 2026. Proyek awal berkapasitas 5,3 GWp ini tersebar di 14 lokasi di enam provinsi, dilansir dari Detik Finance.

Program strategis ini membutuhkan estimasi nilai investasi mencapai Rp 1.140 triliun. Pembangunan infrastruktur energi surya tersebut diproyeksikan membuka peluang industri dalam negeri dan menyerap tenaga kerja secara masif.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyatakan bahwa perluasan energi surya difokuskan untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sekaligus menopang kegiatan produktif masyarakat.

"Akan tumbuh kebutuhan baru, investasi baru, pembukaan lapangan kerja baru, dan pada akhirnya, kekuatan ekonomi baru," ujar Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Qodari menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini menandai keseriusan pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional melalui langkah yang terukur.

"Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak berhenti pada wacana tentang kemandirian energi. Kita mulai membangunnya secara nyata, bertahap, dan terukur," kata Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Pemanfaatan potensi energi matahari diyakini mampu mengurangi ketergantungan nasional pada bahan bakar fosil. Selain memperkuat ketahanan energi, transisi menuju energi bersih dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

"Namun, bagi pemerintah, peralihan menuju energi bersih bukan hanya soal mengurangi emisi. Lebih dari itu, transisi energi harus membawa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional," ujar Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, proyek PLTS 100 GWp ini berpotensi menghemat anggaran hingga Rp 73,9 triliun per tahun. Program ini juga diproyeksikan menekan emisi hingga 140,16 juta ton CO2 serta membuka 5,5 juta lapangan kerja di sektor industri pendukung.

"Karena itu, pembangunan PLTS 100 Gigawatt Peak tidak akan berhenti pada pembangunan pembangkit listrik. Kita ingin membangun ekosistem energi surya nasional yang tumbuh dari hulu hingga hilir," kata Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Inisiatif ini dirancang sebagai penggerak utama dalam membangun ekosistem energi baru dan terbarukan secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.

"PLTS 100 Gigawatt Peak adalah langkah besar. Dan hari ini, langkah besar itu sudah dimulai," ujar Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed