Pemerintah Gelar Lelang SUN Pekan Depan Target Rp32 Triliun
Pemerintah berencana menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif sebesar Rp 32 triliun pada pekan depan. Kebijakan ini diambil di tengah posisi utang pemerintah yang dinilai masih sehat meski dibayangi kenaikan biaya pinjaman.
Rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) saat ini tercatat sebesar 40,75 persen, seperti dilansir dari Investor Daily. Angka tersebut masih berada di bawah batas maksimal 60 persen sesuai ketentuan perundang-undangan.
Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, memberikan pandangannya terkait kondisi keuangan negara menjelang pelaksanaan lelang tersebut.
"Posisi utang pemerintah masih tergolong sehat. Namun perhatian pasar kini lebih tertuju pada biaya utang daripada besarnya rasio utang itu sendiri. Yield yang bertahan tinggi akan meningkatkan beban bunga sehingga mempersempit ruang fiskal pemerintah," ujar Yusuf Rendy Manilet, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia.
Yusuf menilai target indikatif lelang berpotensi tercapai karena likuiditas pasar yang dinilai masih memadai. Pada lelang sebelumnya, penawaran yang masuk mencapai Rp 67,89 triliun, meski pemerintah hanya menyerap Rp 32 triliun.
"Fokus pasar bukan lagi pada kemampuan pemerintah menyerap dana, melainkan besarnya premi yield yang harus diberikan agar penawaran tersebut dapat dimenangkan," kata Yusuf Rendy Manilet, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia.
Preferensi investor saat ini masih berfokus pada instrumen obligasi tenor menengah, khususnya seri FR0109 yang akan jatuh tempo pada 2031.
"Investor asing tidak hanya melihat tingkat yield, tetapi juga membutuhkan keyakinan bahwa stabilitas rupiah dapat tetap terjaga," kata Yusuf Rendy Manilet, Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia.
Faktor global seperti suku bunga The Fed di kisaran 3,50-3,75 persen serta yield US Treasury tenor 10 tahun sekitar 4,7 persen turut membatasi ruang penurunan yield SBN. Di sisi domestik, pelemahan rupiah hingga Rp 18.060 per dolar AS dan inflasi 3,34 persen secara tahunan ikut memengaruhi persepsi risiko investor.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow