Pemerintah dan BUMN Tanam 1 Juta Bibit Mangrove Serentak di Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup memimpin penanaman serentak lebih dari satu juta bibit mangrove di 162 titik pada 37 provinsi Indonesia, Minggu (26/7/2026). Aksi berskala nasional dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 ini mencakup area seluas 364,11 hektare dan melibatkan lebih dari 25.000 peserta.

Inisiatif tersebut memperkuat sistem pertahanan ekologis secara terpadu melalui kemitraan strategis bersama Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, pemerintah daerah, hingga dunia usaha. Langkah ini mendesak dilakukan mengingat Indonesia memiliki kawasan mangrove seluas 3,45 juta hektare berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, yang mewakili 20 hingga 25 persen total mangrove dunia untuk melindungi 17.000 kilometer garis pantai.

Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat menegaskan arti vital ekosistem pesisir tersebut bagi keselamatan lingkungan nasional.

"Mangrove bukan hanya sekumpulan pohon di kawasan pesisir. Mangrove adalah benteng kehidupan yang melindungi daratan, menjaga sumber kehidupan masyarakat pesisir, menyimpan karbon, dan menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati. Oleh karena itu, menjaga mangrove berarti menjaga kehidupan dan mengamankan masa depan generasi Indonesia," kata Moh Jumhur Hidayat, Menteri LH/Kepala BPLH.

Pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 serta Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Nasional 2026-2055 dengan pendekatan Kesatuan Lanskap Mangrove untuk menghadapi ancaman alih fungsi lahan dan pencemaran. Kementerian Kehutanan turut mengambil peran aktif dalam pemulihan kawasan hutan pesisir.

"Kami dari Kementerian Kehutanan berkomitmen untuk terus meningkatkan rehabilitasi mangrove, karena ada 2,73 juta hektare mangrove dalam kawasan hutan yang menjadi tanggung jawab kami. Kami juga dalam rehabilitasi mangrove melibatkan masyarakat sekitar, salah satunya melalui Kebun Bibit Rakyat Mangrove," kata Rohmat Marzuki, Wakil Menteri Kehutanan.

Dukungan penyeimbangan fungsi ekologi dan ekonomi juga disuarakan oleh kementerian teknis terkait dalam program pemulihan wilayah pesisir.

"Kita selalu melalui Menteri Lingkungan Hidup menyuarakan kembali pentingnya lingkungan itu harus dijaga. Kementerian Kelautan dan Perikanan sangat concern dan sangat berkomitmen menyeimbangkan antara ekologi dan ekonomi (ekonomi biru). Salah satu program yang akan dilakukan adalah revitalisasi Pantura Jawa, termasuk restorasi mangrove," kata Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan.

Aksi pemulihan pesisir secara masif turut dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan dunia usaha di berbagai wilayah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan menanam 7.000 bibit mangrove di Dusun Biringkassi, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Kepala DLHK Sulsel Andi Kasman menjelaskan bahwa gerakan ini menjadi sarana mendorong mitigasi perubahan iklim melalui pemulihan tutupan hutan sebagai penyerap karbon biru.

"Tujuan lainnya adalah mendorong upaya mitigasi perubahan iklim melalui pemulihan tutupan hutan mangrove sebagai penyerap karbon biru atau blue carbon," kata Andi Kasman, Kepala DLHK Sulsel.

Pemerintah daerah setempat mengapresiasi penanaman tersebut dan mengingatkan pentingnya keberlanjutan aksi di lapangan.

"Peringatan Hari Mangrove bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap pelestarian ekosistem mangrove sebagai perlindungan lingkungan," kata Abdul Rahman Assagaf, Wakil Bupati Pangkep.

Di sektor industri pertambangan, PT ANTAM (Persero) Tbk berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup menggelar acara Gerak Hijau 2026 yang diisi dengan penanaman 5.000 bibit mangrove. Dalam kesempatan itu, ANTAM mencatatkan penurunan emisi karbon sebesar 9,43 persen sepanjang 2025 serta melampaui target penurunan emisi tahunan hingga pertengahan 2026 melalui pemanfaatan solar PV dan biosolar.

Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto memaparkan efisiensi energi yang terus dijalankan perusahaan di kawasan operasional.

"Tahun ini, hingga pertengahan tahun, penurunan emisi juga telah melampaui target tahunan. Kami pun terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan melalui solar PV dan biosolar di berbagai wilayah operasi," kata Untung Budiharto, Direktur Utama ANTAM.

Pemerintah memberikan apresiasi atas langkah dekarbonisasi dan kontribusi penanaman pohon yang dilakukan pihak swasta.

"Saya tadi mendengar bagaimana ANTAM berhasil melampaui target reklamasi, menurunkan emisi karbon jauh di atas target perusahaan, serta terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam operasionalnya. Hari ini pun ANTAM tidak hanya mengajak kita berjalan bersama, tetapi juga membagikan ribuan bibit pohon kepada masyarakat. Mudah-mudahan bibitnya tidak berhenti di bagasi mobil ya," kata Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting dalam menjaga kelestarian alam.

"Selama ini kita sering mendengar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab pemerintah. Ada juga yang mengatakan itu tanggung jawab perusahaan. Padahal jawabannya sederhana. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua," kata Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed