Patrik Le Giang Memperkuat Vietnam di Piala AFF 2026

Smallest Font
Largest Font

Kiper naturalisasi keturunan Slovakia, Patrik Le Giang, resmi melakukan debutnya bersama Timnas Vietnam dalam ajang Piala AFF 2026 saat mengalahkan Timor Leste dengan skor 7-0 di Chonburi Stadium pada Jumat, 24 Juli 2026.

Pemain berusia 33 tahun tersebut hampir batal membela skuad The Golden Star Warriors akibat tersandung kendala aturan batas usia perpindahan federasi FIFA, sebelum akhirnya dibantu tim pengacara asal Republik Ceko.

Proses administrasi sang pemain sempat tertahan karena penampilan terakhirnya bersama Timnas Slovakia U21 terjadi ketika ia berumur 21 tahun dua bulan. Namun, revisi regulasi FIFA tahun 2020 membebaskan batasan tersebut sehingga perpindahan federasinya disetujui.

Perjuangan berat selama lebih dari tiga tahun untuk mendapatkan kewarganegaraan Vietnam yang terwujud pada Januari 2026 memberikan kesan mendalam bagi penjaga gawang bertinggi 1,88 meter itu.

"Ketika saya menerima undangan pertama dari pelatih Kim Sang Sik untuk bergabung dengan tim nasional Vietnam, saya sudah siap dan bersedia bergabung. Namun, saya masih kekurangan satu dokumen terakhir," kata Patrik Le Giang.

Asosiasi Pemain Sepak BOLA Ceko (CAFH) melalui pengacara Marketa Haindlova dan Jakub Porsch kemudian mengambil langkah hukum untuk meninjau aturan terbaru ke pihak FIFA atas nama Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF).

"Ini adalah masalah besar yang muncul, dan saya berisiko tidak akan pernah bisa mewakili Vietnam seumur hidup saya. Saya terkejut," tutur Patrik Le Giang.

Kabar persetujuan alih status dari FIFA diterima langsung oleh penjaga gawang klub Ho Chi Minh City Police FC tersebut saat berada di dalam bus tim.

"Aku tak akan pernah melupakan momen itu. Aku sedang duduk di dalam bus ketika teleponku berdering. Presiden klub meneleponku dan mengatakan bahwa FIFA telah menyetujui perubahan tersebut. Harus kuakui, saat itu aku merasa sangat lega dan bahagia hingga menangis," ujar Patrik Le Giang.

Setelah dipastikan bisa tampil, ia memasang target tinggi bersama tim besutan Kim Sang Sik di turnamen regional Asia Tenggara.

"Kami adalah juara bertahan, tetapi hanya sedikit orang yang tahu bahwa Vietnam belum pernah mempertahankan gelar ini sepanjang sejarahnya. Sekarang kami ingin mengubahnya," tegas Patrik Le Giang.

Ia menyoroti ketatnya persaingan di Grup A, terutama laga tandang melawan Indonesia pada 3 Agustus yang dinilai menjadi tantangan terberat.

"Tekanan dari negara berpenduduk 100 juta jiwa dan media bukanlah hal yang mudah. Kita harus tetap tenang. Terlebih lagi, kita berada dalam grup yang sama dengan Indonesia , negara dengan banyak pemain asing yang dinaturalisasi," kata Patrik Le Giang.

Untuk mempermudah komunikasi dengan lini belakang di lapangan, penjaga gawang kelahiran Lucenec itu mempelajari beberapa instruksi penting dalam bahasa Vietnam hingga Portugis.

"Ketika saya menjawab beberapa pertanyaan dalam bahasa Vietnam selama wawancara televisi, banyak orang terkejut. Cuplikan wawancara itu langsung viral di YouTube dan TikTok. Saya mempelajari semua instruksi penting di lapangan," ujar Patrik Le Giang.

Ia kerap mengombinasikan berbagai bahasa saat mengatur benteng pertahanan timnya.

"Menariknya, kami memiliki rekan setim asal Brasil di Ho Chi Minh City Police FC yang tidak berbahasa Inggris. Agar dapat mengarahkannya secara efektif dari gawang, saya juga mempelajari beberapa frasa dasar sepak bola dalam bahasa Portugis," tutur Patrik Le Giang.

Integrasi bahasa ini membantunya beradaptasi lebih cepat saat memimpin rekan-rekannya dari bawah mistar gawang.

"Terkadamg selama pertandingan, saya menggabungkan tiga bahasa - Inggris, Vietnam, dan Portugis," ucap Patrik Le Giang.

Selain membawa ambisi di tingkat regional, sang kiper menyimpan harapan besar untuk bisa mengantar Vietnam menembus panggung dunia pada edisi 2030 mendatang.

"Impian setiap orang Vietnam saat ini adalah bosa berpartisipasi dalam Piala Dunia 2030," kata Patrik Le Giang.

Optimisme tersebut didukung oleh wacana penambahan jumlah kontestan putaran final Piala Dunia oleh badan sepak bola dunia.

"Dengan FIFA memperluas turnamen menjadi 64 tim, peluang bagi negara-negara berkembang di Asia untuk mengembangkan sepak bola semakin meningkat pesat. Namun, saya tidak ingin fokus pada tahun 2030 yang masih jauh saat ini. Saya hidup di masa sekarang," ujar Patrik Le Giang.

Fokus terdekatnya kini tertuju pada agenda Piala Asia 2027 di Arab Saudi, tempat Vietnam akan bersaing dengan kekuatan utama benua Asia.

"Kami meraih kesuksesan besar dengan lolos ke final Kejuaraan Asia di Arab Saudi. Turnamen ini juga akan menampilkan pesaing seperti Korea Selatan, Jepang, dan Australia. Turnamen ini untuk seluruh Asia, sama seperti Euro untuk Eropa," tutur Patrik Le Giang.

Momen debut internasional melawan Timor Leste menjadi puncak dari proses panjang yang dijalaninya sejak pertama kali tiba di Vietnam pada 2023.

"Ini benar-benar perasaan yang tak terlukiskan. Saya telah menunggu hari ini selama lebih dari tiga setengah tahun sebenarnya, sejak hari pertama saya menginjakkan kaki di Vietnam. Sejak hari pertama itu, saya naik pesawat dengan tujuan yang jelas. Saya tahu saya pergi untuk membangun sesuatu yang benar-benar baru dan memulai dari awal," kata Patrik Le Giang.

Perubahan status kewarganegaraan tersebut memberikan dampak emosional yang besar dalam kehidupan pribadi dan karier profesionalnya.

"Pada dasarnya, itu mengubah seluruh hidup saya. Dan setelah sekian lama, akhirnya terjadi juga. Sebelum pertandingan, aku membayangkan seluruh perjalanan itu dalam pikiranku.

Bukan hanya tentang momen atau pertandingan spesifik itu, tetapi tentang semua yang telah terjadi sebelumnya. Itu adalah luapan emosi yang sangat kuat," ujar Patrik Le Giang.

Penampilan perdananya bersama tim nasional dipersembahkan secara khusus kepada keluarga yang terus memberikan dukungan dari Slovakia.

"Tentu saja. Saya memikirkan ayah saya, saudara laki-laki saya, ibu saya, seluruh keluarga saya, dan orang-orang terkasih saya. Mereka yang selalu berada di sisi saya dan mendukung saya sepanjang perjalanan ini. Pikiran-pikiran itu hampir selalu hadir dalam benak saya setiap kali lagu kebangsaan diputar selama setiap pertandingan," ucap Patrik Le Giang.

Timnas Vietnam dijadwalkan melanjutkan perjuangannya di penyisihan grup Piala AFF 2026 menghadapi laga-laga berikutnya di Asia Tenggara.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed