Mitsubishi XForce Hybrid Mengaspal dengan Performa Lincah dan Efisien
Dikutip dari Detik Oto, Mitsubishi XForce Hybrid menjadi amunisi baru Mitsubishi Motors di Indonesia yang mengusung efisiensi bahan bakar maksimal. Kendaraan ramah lingkungan ini hadir sebagai mobil hybrid pertama buatan Mitsubishi yang resmi dipasarkan untuk konsumen Tanah Air.
Sektor dapur pacu mengalami penyempurnaan berkat perpaduan mesin 1.6L MIVEC DOHC, motor listrik bertenaga tinggi, serta transmisi transaxle 2-speed. Kombinasi teknologi ini diklaim mampu menyajikan konsumsi bahan bakar jauh lebih irit dibanding varian mesin konvensional.
Keunggulan efisiensi tersebut dibuktikan oleh pereli nasional Rifat Sungkar saat melakukan uji kemudi jalur antarkota. Ia berhasil mengendarai mobil ini dari Jakarta menuju Bali tanpa perlu memampirkan kendaraan ke stasiun pengisian bahan bakar.
"Perjalanan kami kemarin dari Jakarta ke Bali luar biasa impresif.Karena ternyata perkembangan dari teknologi ini sangat berkembang. Teknologi hybridnya membuat mobil ini jadi terasa sepi, senyap, kedap, kemudian juga bensinnya irit," kata Rifat di ICE, BSD, Tangerang, baru-baru ini.
Sebagai duta merek Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat menjelaskan bahwa pengembangan model HEV ini menyerap berbagai masukan dari para pemilik XForce. Pabrikan kemudian melakukan sejumlah penyempurnaan pada sektor kenyamanan dan kemewahan interior.
"Sehingga suspensi yang juga jadi lebih nyaman, kabinnya juga jadi lebih mewah, dan tentunya ini semua sesuai dengan konsep tiga pilar yang kita sudah sebutkan. Tiga pilar utama, yaitu modern, karena mobil yang memang desainnya sangat modern dengan panoramik glass roof. Kemudian comfort, karena suspensi ini adalah target utama kita. Customer penting untuk kami, sehingga dari penyempurnaan suspensi ini, kita melihat bahwa pengendalian kendaraan ini jauh lebih positif,menyenangkan, nyaman, tapi sama sekali tidak mengurangi unsur stabilitas," kata Rifat.
"Dan yang terakhir adalah confidence. Dengan teknologi hybrid, mobil ini punya kelebihan yaitu dia memiliki dua speed. Sehingga di kecepatan tinggi dan kecepatan rendah mobil ini juga mampu mendapatkan efisiensi bahan bakar yang baik. Dan juga dengan teknologi-teknologi lainnya, tentunya hal ini membuat kita merasa aman, karena ada berbagai pembaruan teknologi lainnya," sambung Rifat.
Guna menguji keiritan bahan bakar secara presisi, Rifat mengumpulkan empat data pengujian dari dua kali perjalanan rute Jakarta-Bali menggunakan dua unit mobil berbeda.
"Perjalanan kita tembus 1.172 km dengan satu tangki yang 42 liter. Saya sendiri di dalam mobil, ditemani oleh teman saya, Jujuk Margono, kita mengemudi 25 jam non-stop menuju ke tujuan. Dan di sini kita lihat teknologi hybrid-nya itu sangat-sangat membantu," ucapnya.
Dukungan baterai berkapasitas 1,1 kWh membuat SUV ini tetap andal untuk melintasi kemacetan area perkotaan. Selain radius putar yang kecil untuk manuver lincah, pengemudi dapat memanfaatkan tujuh pilihan opsi berkendara.
"Karena mesin hybrid, atau baterai, itu besar torsi untuk tarikan bawah, sementara mesin bensin itu horsepower tarikan atas. Untuk manuver, mobil sangat ringan dengan radius putar kecil, kemudian ada yang namanya drive mode itu ada 7 di mobil ini, jadi kita punya tambahan EV mode, charging mode, dan power mode yang akan memberikan boost lebih," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow