Mesin Overheating Paksa Memen Harianto Gagal Juara AXCR 2026
Pereli Indonesia Cross Country Rally Team, Memen Harianto, dipastikan gagal meraih gelar juara pada ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) 2026 setelah mobil Toyota Hilux Revo yang dikendarainya mengalami masalah overheating pada Jumat (14/8). Insiden teknis tersebut terjadi pada Leg 6, sekitar 25 kilometer sebelum garis flying finish, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Sebelum mengalami kendala mesin, Memen berhasil menempati peringkat 11 klasemen umum (overall) dan memimpin posisi puncak di kelas T1G hingga Leg 5. Dominasi di kelas T1G tersebut bahkan sukses dipertahankan secara konsisten sejak ajang memasuki Leg 3.
Langkah Memen yang berpeluang besar mengunci gelar juara di leg terakhir terpaksa terhenti lantaran kendala teknis kendaraan di lintasan reli lintas alam Thailand tersebut.
"Jujur, ini sangat berat buat saya. Sampai Leg 5 kami masih berada di posisi 11 overall dan nomor satu di T1G. Posisi pertama di kelas juga sudah kami pegang sejak Leg 3. Jadi tentu kami sangat yakin bisa mempertahankannya sampai akhir," ujar Memen.
Kegagalan menjangkau garis akhir akibat kerusakan mekanis membuat perjuangan tim yang dipersiapkan selama berhari-hari runtuh di penghujung balapan.
"Sayangnya, pada Leg 6 mobil mengalami overheating, sekitar 25 kilometer sebelum flying finish. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi kondisi mobil tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjuangan seperti yang kami harapkan," lanjut Memen.
Target tinggi sempat diusung pereli nasional ini mengingat pencapaian positif yang berhasil diraih pada kompetisi reli edisi sebelumnya.
"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga, tim, mekanik, partner, sponsor, komunitas, teman-teman media, dan seluruh masyarakat Indonesia yang sudah memberikan doa dan dukungan kepada saya," kata Memen.
Ia menuturkan bahwa dukungan publik menjadi dorongan utama untuk mengibarkan bendera Merah Putih di tangga podium tertinggi.
"Saya tahu banyak yang berharap kami bisa kembali membawa hasil terbaik dan mengibarkan Merah Putih di podium. Saya juga sangat berharap hal yang sama," ucap Memen.
Memen menyadari persaingan di dunia balap ekstrem selalu menyajikan dinamika yang tidak terduga hingga kendaraan menyentuh garis finis.
"Ini bagian dari motorsport. Kita bisa menyiapkan semuanya sebaik mungkin, tetapi di lintasan selalu ada hal-hal yang berada di luar kendali kita. Kali ini kami harus menerima kenyataan bahwa masalah teknis menghentikan perjuangan kami ketika finis sudah begitu dekat," ujar Memen.
Meski memendam kekecewaan mendalam, pereli Indonesia ini menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh bersama tim teknis.
"Saya sangat kecewa, tentu. Tetapi saya tidak mau berhenti di sini. Saya akan evaluasi semuanya, terutama masalah teknis yang terjadi. Kami akan kembali lebih kuat," tutur Memen.
Apresiasi tetap disampaikan kepada seluruh pihak sponsor dan mitra kerja yang terus menyokong perjuangannya di lintasan.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh sponsor dan partner yang sudah percaya dan mendukung saya. Dukungan kalian sangat berarti, bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga menjadi energi bagi saya selama menjalani reli ini," kata Memen.
Penutupan pernyataan menekankan tekad Memen untuk bangkit kembali pada ajang kejuaraan mendatang.
"Sekali lagi saya mohon maaf karena tahun ini belum bisa memberikan hasil yang kita semua harapkan. Saya tahu perjuangan ini bukan hanya milik saya. Ada banyak orang di belakang saya yang ikut berjuang," ujar Memen.
Perjuangan tim akan difokuskan pada pembenahan armada dan navigasi guna menghadapi seri balap internasional berikutnya.
"Terima kasih sudah tetap percaya. Saya akan belajar dari kegagalan ini dan kembali berjuang untuk Indonesia," tutup Memen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow