Maybank Marathon 2026 Integrasikan Program Keberlanjutan di Gianyar
PT Bank Maybank Indonesia Tbk menyelenggarakan Maybank Marathon Sustainability Day 2026 di Piduh Charity Café, Gianyar, Bali, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan dua hari ini mengintegrasikan program keberlanjutan lingkungan, inklusivitas sosial, hingga literasi keuangan menjelang puncak ajang lari internasional Maybank Marathon 2026.
Ajang Maybank Marathon 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Bali United Training Center, Gianyar. Pengambilan nomor dada serta race pack dilaksanakan pada 21–22 Agustus, diikuti dengan perlombaan utama pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Penyelenggaraan Sustainability Day berfokus pada tiga pilar utama, yakni pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta lingkungan dan dekarbonisasi. Pada pilar lingkungan, Maybank Indonesia bermitra dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia untuk mendampingi Desa Sanding dalam membangun pemetaan emisi dan pengelolaan sampah organik berbasis komunitas.
Head of Sustainability Maybank Indonesia Maria Trifanny Fransiska menjelaskan bahwa seluruh program dirancang untuk mendukung visi jangka panjang perusahaan.
"Ketiga pilar ini kami arahkan untuk saling memperkuat dan membawa Maybank Marathon menuju target netralitas karbon 2030," ujar Maria Trifanny Fransiska, Head of Sustainability Maybank Indonesia.
Di bidang pendidikan, Maybank Indonesia menggelar aksi melek literasi finansial sejak akhir Juli 2026 hingga menjelang hari lomba. Program ini menyasar guru dan siswa di 35 SD, 3 SMP, serta 2 SMA yang tersebar di sepanjang rute lari di Gianyar.
"Program literasi ini ditujukan bukan hanya untuk siswanya, tapi juga gurunya. Programnya bernama aksi melek literasi finansial bersama," kata Maria Trifanny Fransiska, Head of Sustainability Maybank Indonesia.
Langkah edukasi tersebut difokuskan pada siswa kelas 3 hingga kelas 6 SD guna mencegah risiko pengelolaan keuangan digital yang berbahaya.
"Financial literacy itu bentuk dukungan penting bukan hanya satu kali. Kami ingin ini menjadi sesuatu yang berkelanjutan. Karena isu saat ini adalah bahaya pinjol dan arus digitalisasi yang tidak dibarengi pengetahuan mengelola keuangan," katanya.
Selain edukasi keuangan, pihak penyelenggara juga memfasilitasi gerakan penggalangan dana lewat program Run for Charity. Sebanyak 36 pelari mendaftarkan diri secara sukarela untuk menyisihkan donasi yang disalurkan ke enam organisasi non-pemerintah (NGO), termasuk program konservasi alam di Nusa Tenggara Timur.
"Maybank marathon punya gerakan run for charity. Bukan kami yang memilih, tapi sudah ada 36 runner yang mendaftarkan diri untuk ikut dalam kegiatan ini," jelasnya.
Inisiatif donasi tersebut juga mencakup bantuan untuk enam program sosial anak-anak dan komunitas lokal.
"Konservasi alam di Nusa Tenggara Timur, untuk anak-anak juga ada. Ada rekan dari enam non-government organization (NGO) yang kami libatkan, melalui program mereka masing-masing," jelas Maria Trifanny Fransiska, Head of Sustainability Maybank Indonesia.
Inisiatif sosial di Gianyar difokuskan melalui kemitraan dengan Yayasan Widya Guna di Piduh Charity Café. Tempat tersebut menjadi ruang pelatihan keterampilan bagi anak-anak dan pemuda berkebutuhan khusus agar memiliki kemandirian ekonomi.
Ketua Pembina Yayasan Maybank Indonesia Budhi Dyah Sitawati menyampaikan bahwa misi keberlanjutan menjadi fokus utama dari gelaran olahraga ini.
"Maybank Marathon bukan sekadar mengejar catatan waktu di garis finish, tetapi menghadirkan perjalanan yang nyaman, inspiratif, dan penuh makna," ujar Budhi Dyah Sitawati, Ketua Pembina Yayasan Maybank Indonesia.
Penyelenggaraan acara yang memadukan sektor olahraga, lingkungan, dan sosial ini mendapat apresiasi langsung dari pemerintah daerah setempat.
"Maybank Marathon tidak hanya mendorong perputaran ekonomi dan pariwisata Gianyar, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan lingkungan," tutur I Made Agus Mahayastra, Bupati Kabupaten Gianyar.
Program pendampingan iklim di tingkat lokal turut membawa perubahan operasional bagi warga di kawasan pedesaan Gianyar.
"Kami bangga Desa Sanding dapat menjadi contoh desa dekarbonisasi adat di Bali yang membuktikan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari tingkat desa," tutur Kompyang Ambarayusa, Kepala Desa Sanding.
Dukungan fasilitas serta pelatihan kemandirian yang diberikan Maybank Indonesia juga dinilai memperluas kesetaraan bagi kelompok disabilitas di Gianyar.
"Kemitraan ini mewujudkan prinsip keberlanjutan untuk membangun masa depan yang inklusif di mana tidak ada satu orang pun yang ditinggalkan (leave no one behind)," tutup Ketut Satya, Co-Founder Yayasan Widya Guna.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow