Martin Anggiat Lulus S2 UGM dalam Waktu 13 Bulan

Smallest Font
Largest Font

Masa studi magister umum ditempuh selama 1,5 hingga 2 tahun. Namun, Martin Anggiat Tampubolon berhasil menyelesaikan kuliah S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) hanya dalam rentang waktu 1 tahun 1 bulan atau 13 bulan, seperti dilansir dari Detikcom.

Martin resmi diwisuda pada Rabu (22/7/2026) di Grha Sabha Pramana. Ia merupakan lulusan Program Studi Magister Manajemen (Kampus Jakarta), Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

Kelulusan cepat bukan target utama bagi Martin. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan dan tanggung jawab pekerjaan menjadi pendorong utama selama proses perkuliahan.

"Bagi saya, menyelesaikan studi tercepat bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah memastikan setiap proses pembelajaran benar-benar membentuk cara berpikir, karakter, dan kemampuan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi organisasi dan masyarakat. Gelar adalah akhir dari sebuah perjalanan akademik, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus berkarya," ucapnya dalam laman UGM, dikutip Rabu (29/7/2026).

Status Martin sebagai pegawai yang menjalani tugas belajar mengharuskannya menjaga komitmen tinggi. Menurutnya, dorongan dari lingkungan kerja dan keluarga memicu semangatnya saat menghadapi hambatan kuliah, terutama penyusunan tesis.

"Karena memiliki tanggung jawab sebagai pegawai yang diberikan kesempatan tugas belajar dari instansi tempat saya bekerja serta dukungan penuh dari keluarga, membuat saya perlu menjalankan amanah ini dengan sebaik mungkin dan berusaha menyelesaikan masa studi dengan tepat waktu," katanya.

Konsistensi pengerjaan tesis diatasi Martin dengan menetapkan target belajar mingguan yang realistis. Selain itu, ia memanfaatkan diskusi interaktif dan budaya kritis di FEB UGM untuk memperluas sudut pandangnya.

"Perbedaan perspektif tersebut membuat saya belajar melihat suatu permasalahan secara lebih luas dan tidak hanya dari sudut pandang pekerjaan saya sendiri," ungkapnya.

Riset Tesis Terkait Kepemimpinan dan Sumber Daya Manusia

Martin mempertahankan tesis bertajuk "Pengaruh Kepemimpinan Etis terhadap Perilaku Kerja Inovatif dengan Keterikatan Kerja sebagai Pemediasi". Topik penelitian tersebut disesuaikan dengan rekam jejak pekerjaannya pada bidang tata kelola organisasi.

Hasil studinya menekankan bahwa keberlanjutan organisasi sangat berpatokan pada pengelolaan sumber daya manusia (SDM) melalui kepemimpinan yang suportif.

"Ketika pemimpin mampu menunjukkan integritas, keadilan, dan kepedulian terhadap pegawai, maka pegawai akan lebih terlibat dalam pekerjaannya dan terdorong untuk menghasilkan ide-ide inovatif," ujarnya.

Pascalulus dari UGM, Martin berharap hasil riset akademisnya dapat diaplikasikan untuk pengembangan kepemimpinan dan peningkatan keterikatan pegawai pada sektor publik.

"Saya juga berharap hasil penelitian yang saya lakukan tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat menjadi salah satu referensi dalam merancang kebijakan maupun program pengembangan kepemimpinan dan peningkatan keterikatan pegawai di sektor publik," harapnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed