Malaysia Tantang Vietnam pada Semifinal ASEAN Championship 2026
Tim nasional Malaysia bakal menjamu Vietnam dalam pertandingan leg pertama semifinal ASEAN Championship 2026 di Stadion Kuala Lumpur, Minggu (16/8/2026) pukul 20.00 WIB. Laga ini disiarkan secara langsung melalui saluran iNews dan platform Vision+.
Malaysia melangkah ke babak empat besar setelah mengunci posisi runner-up Grup B dengan raihan sembilan poin dari tiga kemenangan dan satu kekalahan. Tiket semifinal dipastikan usai membungkam Filipina 1-0 lewat gol tunggal Gunalan Pavithran.
Di sisi lain, Vietnam melaju sebagai juara Grup A dengan mengumpulkan 10 poin, unggul atas Singapura dan Indonesia. Skuad asuhan Kim Sang-sik mengamankan puncak klasemen usai menaklukkan Kamboja 3-1 pada laga pamungkas grup.
Sorotan tajam sempat dilayangkan media Vietnam, The Thao 247, yang menyematkan label 'Team C' untuk Malaysia dan 'Team B' bagi skuad Indonesia. Label tersebut muncul menyusul absennya sejumlah pemain pilar Harimau Malaya.
Penyerang Malaysia kelahiran Argentina, Sergio Aguero, menegaskan sindiran tersebut justru melecut motivasi bertanding timnya.
"Kami bangga dengan apa yang telah kami raih. Kami diremeehan dan tidak ada yang menyangka kami bisa mencapai semifinal," kata Aguero, dikutip dari VN Express via VIVA.
Aguero menambahkan skuadnya fokus membuktikan kualitas di atas lapangan ketimbang memikirkan opini media luar.
"Mereka menyebut kami 'Team C'. Kami tidak peduli. Sebaliknya, kami berlatih keras dan membuktikan diri dengan hasil di lapangan," sambung Aguero.
Ia meyakini perlawanan ketat bakal tersaji dalam perebutan tiket menuju partai puncak.
"Vietnam kuat dan memiliki skuad kelas atas, tetapi apa pun bisa terjadi setelah 180 menit. Saya percaya tim Malaysia ini dapat memberikan kejutan," ujarnya.
Malaysia dihadapkan pada krisis kelengkapan tim lantaran sedikitnya enam pemain diragukan tampil. Tiga nama, yakni Endrick Dos Santos, Jimmy Raymond, dan Engku Nur Shakir, belum bergabung dengan tim hingga Kamis (13/8/2026) sehingga tersisa 16 pemain yang siap bertanding.
Mantan pelatih Vietnam, Mai Duc Chung, menilai laga tandang melawan Malaysia selalu menghadirkan tantangan berat akibat atmosfer suporter tuan rumah.
"Bermain di tanah Malaysia selalu memberikan kerugian," ucap Duc Chung seperti dikutip dari Vietnam.vn via BolaSport.com.
Duc Chung mengingatkan jajaran pelatih untuk mewaspadai tekanan dari puluhan ribu pendukung Harimau Malaya.
"Para pendukung Malaysia begitu bersemangat, menciptakan tekanan, dan energi yang luar biasa," tuturnya.
Meski begitu, ia memprediksi Vietnam mampu mencuri kemenangan 2-1 merujuk hasil kemenangan 3-0 atas Indonesia di Stadion Pakansari pada fase grup.
"Pertemuan ini tidak akan berbeda," kata Duc Chung.
Menurutnya, kewaspadaan tinggi tetap harus dijaga sepanjang laga berjalan.
"Tim Vietnam harus mengantisipasi tekanan dari penonton Malaysia," ucapnya.
Duc Chung optimistis strategi Kim Sang-sik mampu meredam gempuran tim tuan rumah.
"Saya percaya pelatih Kim Sang-sing dan staf pelatihnya memiliki strategi yang baik," ucap Duc Chung melanjutkan.
Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dan taktik bagi skuad The Golden Star Warriors.
"Vietnam bermain sangat baik melawan Indonesia di laga tandang (menang 3-0)," kata Duc Chung.
Kualitas penampilan di semua lini menjadi kunci utama pencapaian hasil maksimal.
"Untuk laga melawan Malaysia, seluruh tim perlu tampil baik di berbagai aspek, seperti semangat, sikap, dan taktik," tutur Duc Chung.
Ia mengakui prediksi dalam dunia olahraga selalu dinamis dan penuh kejutan.
"Sepak bola selalu tidak tertebak. Setelah bekerja di bidang ini selama bertahun-tahun, terkadang saya membuat prediksi yang tepat dan kadang meleset," kata Duc Chung.
Keyakinannya tetap tertuju pada performa optimal jajaran pemain Vietnam di lapangan.
"Meski begitu, saya yakin jika tim Vietnam bakal bermain dengan kemampuan terbaik mereka," ujar Duc Chung.
Ia memungkas analisanya dengan skor kemenangan untuk tim tamu.
"Vietnam akan menang dengan skor 2-1," pungkas sosok berusia 77 tahun tersebut.
Bek Vietnam, Doan Van Hau, menilai kemenangan tiga gol tanpa balas atas Indonesia di Stadion Pakansari menjadi momentum penting kebangkitan timnya.
"Menurut saya, tim tampil sangat baik di beberapa pertandingan, meskipun ada juga laga di mana permainan kami tidak sebaik yang diharapkan. Namun, yang terpenting adalah kami berhasil lolos dari fase grup," ujar Van Hau, dikutip dari aseanutdfc via Bola.com.
Van Hau menyebut timnya berhasil bangkit usai gagal meraih hasil maksimal melawan Singapura.
"Sebagai contoh, saat melawan Singapura, kami sangat ingin menang, tetapi sayangnya hasil tidak berpihak kepada kami. Meski demikian, setelah pertandingan itu, tim bangkit kembali dengan mentalitas pemenang saat menghadapi Indonesia," tutur Van Hau.
Laga tandang melawan Indonesia diakui menuntut kerja keras seluruh anggota tim.
"Saya rasa itu adalah titik balik di fase grup. Bermain di kandang lawan tidak pernah mudah. Kami sangat menghormati Indonesia dan memasuki pertandingan dengan tekad tinggi serta target untuk meraih kemenangan," lanjut pemain Cong An Hanoi FC tersebut.
Hasil memuaskan di Bogor dinilai meningkatkan kepercayaan diri skuad menjelang babak empat besar.
"Untungnya, kami berhasil mendapatkan hasil yang diinginkan dan memenangkan pertandingan dengan skor 3-0," imbuhnya.
Ia berharap dukungan penuh masyarakat terus mengalir bagi perjuangan Vietnam di lapangan.
"Bagi saya, bisa turun ke lapangan dan bermain saja sudah merupakan hal yang luar biasa. Bisa tampil di final juga merupakan pengalaman yang hebat," ujar Van Hau.
Pemain berusia 27 tahun itu menegaskan komitmen tim untuk selalu tampil maksimal.
"Entah kami menang atau kalah, saya berharap masyarakat akan selalu berada di belakang tim dan memberikan dukungan. Hal itu memberikan mentalitas bagi para pemain untuk berjuang habis-habisan di lapangan, apa pun hasil akhirnya nanti," imbuh mantan pemain Heerenveen tersebut.
Van Hau menyimpulkan bahwa fokus utama pemain adalah menjaga kehormatan negara di panggung internasional.
"Tentu saja, setiap pemain ingin menang, tetapi sepak bola tidak selalu berjalan seperti itu. Terkadang Anda akan kalah. Yang terpenting adalah Anda memberikan segalanya untuk tim nasional dan demi kehormatan negara," ucap Van Hau.
Pertandingan semifinal kedua akan digelar di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, pada Rabu (19/8/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow