Mahasiswi UPH Ukir Sejarah Jadi Juara 1 Pilmapres Nasional 2026

Smallest Font
Largest Font

Tiffney Tyara Setyoko, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH), berhasil meraih Juara 1 Program Sarjana Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional 2026. Capaian ini diumumkan dalam ajang final yang berlangsung pada 4-7 Agustus 2026. Pencapaian ini mencetak rekor baru dalam ajang tersebut.

Mahasiswi Pendidikan Dokter UPH angkatan 2023 tersebut menjadi mahasiswa dari perguruan tinggi swasta (PTS) pertama yang menyabet posisi puncak sejak Pilmapres Nasional diselenggarakan pada 2014, dilansir dari Investor Daily. Sebelum melangkah ke panggung nasional, Tiffney lebih dulu menjuarai Pilmapres tingkat wilayah untuk mewakili UPH dan LLDIKTI Wilayah III. Dari total 60 mahasiswa yang lolos seleksi nasional, hanya 19 finalis dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia yang berhasil melaju ke babak puncak.

Kemenangan Tiffney diraih berkat gagasan inovatif bertajuk 'Smart Febrile Patch'. Alat ini merupakan wearable sensor non-invasif berbasis keringat yang dirancang khusus untuk mempermudah skrining awal tingkat keparahan penyakit infeksi yang memicu demam.

Inovasi tersebut lahir dari kegelisahan masyarakat yang sering kesulitan menentukan momentum tepat untuk berkonsultasi ke fasilitas kesehatan. Perangkat ini bekerja dengan mengukur biomarker fisiologis untuk menyajikan data awal terkait respons inflamasi serta kondisi fisik pasien. Melalui karyanya, Tiffney berharap masyarakat dapat mengambil tindakan medis lebih cepat. Kehadiran teknologi ini juga ditujukan untuk meminimalkan risiko keterlambatan penanganan serta menekan penggunaan antibiotik yang tidak rasional.

Penilaian dalam ajang kompetisi ini mencakup portofolio prestasi akademik, capaian unggulan, kejelian analitis, kepemimpinan, hingga kemampuan komunikasi dan presentasi. Dewan juri juga menguji wawasan umum, wawasan kebangsaan, serta kecakapan berbahasa Inggris para peserta. Dekan FK UPH Prof Dr Eka menegaskan bahwa prestasi ini membuktikan pentingnya pendidikan kedokteran yang terintegrasi dengan riset dan inovasi. Sistem pembelajaran diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat luas.

"Kami ingin membentuk calon dokter yang mampu berpikir kritis, melakukan riset, berinovasi, berkomunikasi, memimpin, memiliki integritas, dan menggunakan seluruh kemampuan tersebut untuk melayani masyarakat," kata Prof Dr Eka.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed