Mahasiswi UPH Raih Juara 1 PILMAPRES Nasional 2026
Sejarah baru tercipta di dunia pendidikan tinggi Indonesia setelah mahasiswi Universitas Pelita Harapan (UPH) berhasil menyabet gelar Juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) Nasional 2026. Dikutip dari Detikcom, raihan ini mencatatkan UPH sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pertama yang memenangkan kompetisi tersebut sejak digelar pada 2014.
Sosok yang mengukir prestasi tersebut adalah Tiffney Tyara Setyoko. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter UPH angkatan 2023 ini dinobatkan sebagai Mapres Utama Tingkat Nasional 2026 untuk Program Sarjana.
Tahap akhir ajang besutan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI tersebut bertempat di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, pada 4-7 Agustus 2026.
Mewakili UPH dan LLDIKTI Wilayah III, Tiffney bersaing dengan ratusan mahasiswa dari 17 LLDIKTI se-Indonesia. Pada babak final, ia menyisihkan persaingan ketat yang mengecil menjadi 19 finalis dari universitas ternama seperti UI, ITS, Unpad, Undip, hingga Unhas.
Tiffney menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian yang diraih berkat pendampingan penuh dari pihak kampus selama proses persiapan.
"Puji Tuhan, saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Saya percaya semua yang saya raih merupakan anugerah Tuhan dan tidak terlepas dari dukungan banyak pihak, terutama UPH yang terus mendampingi saya selama proses persiapan hingga tahap nasional. Bisa membawa nama UPH dan menjadi mahasiswa pertama yang meraih Juara 1 PILMAPRES Nasional tentu menjadi suatu kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi saya.
Pengalaman ini juga mengajarkan saya untuk terus belajar, berproses, dan memberikan yang terbaik dari setiap kesempatan yang Tuhan percayakan. Saya berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UPH lainnya untuk berani mengembangkan potensi dan membawa dampak positif melalui bidang yang mereka tekuni," ujar Tiffney pada keterangan tertulis, Minggu (9/8/2026).
Tantangan di tingkat nasional menguji gagasan kreatif, kemampuan presentasi, wawasan, hingga kecakapan Bahasa Inggris di depan juri. Persiapan intensif pun dilakukan Tiffney bersama para dosen Fakultas Kedokteran UPH.
"Persiapannya cukup panjang dan intensif. Saya banyak berlatih untuk mematangkan gagasan, menyusun presentasi, mengantisipasi berbagai pertanyaan juri, serta memperdalam materi untuk sesi wawancara dan Bahasa Inggris. Saya juga belajar menyampaikan ide dengan lebih terstruktur dan menghubungkannya dengan kebutuhan masyarakat," ujar Tiffney.
Inovasi unggulan yang dibawakan Tiffney bernama Smart Febrile Patch. Perangkat tersebut berupa wearable sensor non-invasif berbasis keringat untuk mendeteksi dini tingkat keparahan penyakit infeksi bergejala demam.
"Demam sering menjadi gejala awal infeksi, tetapi masyarakat belum memiliki parameter objektif untuk menentukan apakah kondisinya masih aman atau sudah memasuki fase kritis. Karena itu, saya mengembangkan patch yang mengukur biomarker fisiologis sebagai indikator untuk membantu melihat respons inflamasi dan kondisi fisiologis tubuh," jelas Tiffney.
Gagasan inovatif ini dirancang merespons data Kabupaten Tangerang yang mencatat 56 persen kasus infeksi berstatus suspek pada Juni 2025. Penemuan ini diharapkan dapat membantu pengambilan keputusan medis secara presisi guna mencegah penggunaan antibiotik yang tidak rasional.
Apresiasi juga mengalir dari Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM., atas rekor bersejarah yang dicapai bagi sektor PTS nasional.
"Puji Tuhan, kami mengucap syukur dan bangga atas prestasi Tiffney. Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi UPH sekaligus tonggak penting bagi perguruan tinggi swasta di Indonesia, serta membuktikan bahwa dengan talenta, kerja keras, pembinaan, dan dukungan yang tepat, mahasiswa perguruan tinggi swasta mampu meraih prestasi tertinggi di tingkat nasional. Kami juga mengapresiasi para dosen, orang tua, dan seluruh pihak yang telah mendampingi Tiffney, dan berharap pencapaian ini dapat menginspirasi mahasiswa UPH lainnya untuk terus mengembangkan potensi, membawa talenta mereka ke tingkat nasional maupun internasional, serta menghadirkan dampak nyata bagi komunitas, masyarakat, dan bangsa," ungkap Dr. Andry.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow