LPS Catat Penduduk Tanpa Rekening Bank Tersisa 15 Juta Orang

Smallest Font
Largest Font

Jumlah penduduk usia produktif rentang 15 hingga 69 tahun di Indonesia yang belum memiliki rekening bank kini tersisa sekitar 15 juta orang. Data penurunan tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

Anggito menjelaskan bahwa populasi masyarakat tanpa akun perbankan terus mengalami penurunan konsisten sebanyak 2 juta orang setiap tahunnya. Perkembangan ini mengindikasikan lonjakan partisipasi publik dalam memanfaatkan fasilitas perbankan untuk transaksi keuangan harian, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

"Jumlah penduduk yang tidak punya rekening semakin kecil sekarang. Kan setiap tahun saya monitor, turun sekitar 2 jutaan. Sekarang tinggal 15 juta.

Berarti kan masyarakat punya rekening untuk beraktivitas. Terus rekening yang aktif, itu masih semakin banyak setahun terakhir ini," kata Anggito, Ketua Dewan Komisioner LPS.

Aktivitas perekonomian masyarakat dinilai tetap berjalan dinamis seiring peningkatannya nilai simpanan di pelbagai lapisan nasabah, termasuk sektor kelas menengah. Peningkatan nominal maupun jumlah akun tercatat melesat signifikan pada segmen simpanan bernilai di atas Rp 5 miliar.

"Jumlah nominal maupun jumlah rekeningnya naik. Sampai yang paling tinggi, yang paling besar, yang Rp 5 miliar, itu naiknya tinggi besar, tinggi sekali. Saya kan hanya memotret aja, potretnya mengatakan bahwa jumlah nominal, jumlah rekening naik, itu aja," tutur Anggito, Ketua Dewan Komisioner LPS.

Tren pertumbuhan dana pihak ketiga tersebut menjadi salah satu indikator positif bagi ketahanan ekonomi mikro nasional. Kendati demikian, pertumbuhan penyaluran kredit pada segmen UMKM tercatat mengalami pelambatan, di mana kenaikannya berada di kisaran 0,5 persen pada Mei hingga 1,6 persen per Juni.

"Tapi tadi belum sempat kita berdiskusikan, seolah-olah makronya baik itu mikronya nggak ada indikatornya baik. Tadi kan disebutkan kredit UKM itu hanya tumbuhnya 1%, 1,6% per juni ya, atau 0,5 per Mei gitu. Kok rendah sekali? Tapi kalau kita bedah lagi, sebetulnya masih banyak indikator yang bisa menunjukkan bahwa sektor mikronya juga baik," tutup Anggito, Ketua Dewan Komisioner LPS.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow