Kinerja Saham BCA Semester I-2026 Memicu Lonjakan Target Harga Analyst
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 1,8 persen secara tahunan pada semester I-2026, yang memicu munculnya sejumlah target harga baru dari para analis, seperti dilansir dari Investor Daily pada Kamis (30/7/2026).
Pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tersebut terutama ditopang oleh kenaikan pendapatan non-bunga sebesar 11 persen yoy serta kualitas aset yang tetap solid. Total kredit BBCA tumbuh 8 persen yoy dan dana pihak ketiga meningkat 7,9 persen yoy.
Meskipun margin bunga bersih turun tipis menjadi 5,3 persen akibat penurunan imbal hasil kredit, rasio kredit bermasalah membaik 0,3 poin persentase dan tingkat pencadangan mencapai 165,5 persen.
Analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi, menilai capaian tersebut sejalan dengan proyeksi pasar dan mengindikasikan fundamental yang kuat.
"Kinerja laba itu sesuai dengan proyeksi kami dan konsensus pasar, masing-masing mencapai 49% dan 47,9% dari estimasi laba setahun penuh 2026," tulis Akhmad Nurcahyadi.
Ia juga menambahkan bahwa penurunan imbal hasil kredit mempengaruhi pergerakan margin bunga bersih bank tersebut sepanjang periode berjalan.
"Meski demikian, realisasi NIM tersebut semakin mendekati batas bawah panduan manajemen untuk 2026 yang berada pada kisaran 5,4%-5,6%," jelas Akhmad Nurcahyadi.
KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 9.480 berdasarkan valuasi price to book value sebesar 3,8 kali untuk proyeksi 2026.
"Kami menilai tekanan pada harga saham BBCA belakangan ini justru menciptakan titik masuk investasi yang menarik, karena valuasinya telah diperdagangkan dengan diskon yang cukup dalam," pungkas Akhmad Nurcahyadi.
Sementara itu, MNC Sekuritas turut mempertahankan rekomendasi beli untuk saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut dengan penetapan target harga di level Rp 8.700.
"Kinerja BBCA pada semester I-2026 sesuai ekspektasi, tetapi NIM masih tertekan," tulis analis MNC Sekuritas, Victoria Venny.
Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas menyesuaikan proyeksi dengan menurunkan target harga saham BBCA menjadi Rp 8.600 dari sebelumnya Rp 10.900 karena penyesuaian asumsi biaya ekuitas yang lebih konservatif.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow