Ketua The Fed Kevin Warsh Isyaratkan Kemungkinan Kenaikan Suku Bunga Lagi

Smallest Font
Largest Font

Ketua Dewan Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh menyampaikan kekhawatirannya terhadap tingkat inflasi yang masih tinggi dan memberikan sinyal kemungkinan kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat jika tekanan harga tidak berkurang, dalam pidato di simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, Jumat (28/8/2026), dilansir dari Investor Daily.

Warsh mengakui data inflasi musim panas menunjukkan sedikit perbaikan, tetapi belum cukup untuk memastikan tren inflasi inti benar-benar menurun.

"Kita harus yakin inflasi inti bergerak menuju target kita secara jelas dan cukup cepat. Jika tidak, masih ada tugas berat yang harus kita selesaikan. Itulah pekerjaan, mandat, dan tanggung jawab kita," ujar Warsh.

Pasar saham merespons pidato tersebut dengan indeks yang cenderung stagnan, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS naik signifikan. Berdasarkan data CME Group FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September naik ke 45,7% dari sebelumnya.

Warsh menyatakan optimisme terhadap ketahanan ekonomi AS yang diperkuat oleh perkembangan kecerdasan buatan serta belanja konsumen dan bisnis yang tetap kuat. Ia juga melihat perlambatan penyerapan tenaga kerja lebih disebabkan oleh pasokan tenaga kerja yang mendatar.

Dalam pidato bertajuk "In Our Time," Warsh menegaskan filosofi barunya untuk membuat The Fed lebih tenang dan irit bicara agar pasar tidak terlalu bergantung pada setiap pernyataan bank sentral.

"The Fed memang memegang peran vital dan alat kebijakan kami sangat kuat. Namun, kita tidak boleh membiarkan situasi di mana pelaku pasar melulu bergantung pada ucapan The Fed hanya untuk menentukan langkah investasi mereka berikutnya," tegas Warsh.

Gaya kepemimpinan Warsh tersebut berbeda dengan pendahulunya, Jerome Powell, yang sebelumnya memberikan sinyal pemangkasan suku bunga secara terbuka di Jackson Hole.

Warsh juga menanggapi kritik atas sikap irit bicaranya dengan menekankan keterbatasan model prediksi ekonomi saat ini dan pentingnya sikap realistis.

"Dengan perubahan cepat pada geopolitik, rantai pasok global, dan teknologi, adalah hal yang bijak untuk tetap rendah hati mengenai apa yang bisa dan tidak bisa kita ketahui," pungkasnya.

Penunjukan Warsh menandai perubahan arah kebijakan moneter AS dari strategi forward guidance yang transparan ke pendekatan yang lebih konservatif dan fokus pada mandat utama The Fed, yaitu menjaga stabilitas harga dan menciptakan lapangan kerja, menurut Investor Daily.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed