Kemendikdasmen Revitalisasi Tiga Sekolah Tua di Pulau Miangas

Smallest Font
Largest Font

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pembenahan fasilitas pendidikan tersebut salah satunya menyasar sekolah-sekolah tua di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, seperti dilansir dari Detikcom.

SD Negeri Miangas menjadi salah satu sasaran prioritas karena belum pernah menerima perbaikan sejak berdiri pada 1976. Setelah lima dekade, sekolah ini memperoleh alokasi dana bantuan lebih dari Rp 1,9 miliar untuk memperbarui seluruh sarana yang rusak dimakan usia.

"Dana tersebut seluruhnya digunakan untuk rehabilitasi ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan, rumah dinas guru, toilet, pembangunan ruang UKS, dan penataan lingkungan sekolah," ungkap Kepala SD Negeri Miangas Melati Sulastri Mangole.

Dukungan anggaran juga dialokasikan untuk SMP Negeri 2 Nanusa yang beroperasi sejak 1987. Sekolah dengan 37 murid ini belum pernah mendapatkan perbaikan gedung secara menyeluruh selama 39 tahun berdiri.

"Dengan dana bantuan lebih dari Rp 2,4 miliar kami mendapatkan menu ruang administrasi, ruang keterampilan, laboratorium IPA, dan rumah dinas guru," kata Kepala SMP Negeri 2 Nanusa Yan Parenta.

Proses pengerjaan fisik di SD Negeri Miangas dan SMP Negeri 2 Nanusa melibatkan personel Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menargetkan proyek yang sudah berjalan satu setengah bulan ini selesai pada Agustus 2026.

"Tentunya kami sangat berterima kasih kepada TNI, warga sekolah, dan masyarakat yang sudah berusaha maksimal agar pembangunan berjalan dengan lancar dan tepat waktu," tutur Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Selain fasilitas dasar, revitalisasi menyasar SMK Negeri 2 Talaud Miangas yang berdiri sejak 2004. Sebagai satu-satunya penyedia pendidikan vokasi di pulau tersebut, bangunan sekolah berusia 21 tahun ini mengalami kerusakan pada atap, jendela, dinding, toilet, hingga jaringan listrik.

Sekolah tersebut memperoleh bantuan sebesar Rp 977 juta. Dana ini dimanfaatkan untuk merehabilitasi tiga ruang kelas Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPi), satu ruang laboratorium komputer, satu ruang UKS, satu unit toilet, serta satu ruang BK.

Perbaikan fisik gedung kejuruan ini turut meningkatkan kepercayaan masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anak-anak mereka. Angka pendaftaran siswa baru tercatat mengalami kenaikan dalam dua tahun terakhir.

"Hebatnya hasil revitalisasi ini adalah selain mengubah fisik sekolah kami, juga mengubah stigma para orang tua menjadi lebih percaya menyekolahkan anaknya di sini. Dalam dua tahun terakhir kami mendapatkan jumlah murid yang masuk lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya," ucap Kepala SMK Negeri 2 Talaud Miangas Patriarti G Urendeng.

Mendikdasmen menegaskan bahwa pembenahan sarana pendidikan serta penyediaan perangkat digital di kawasan 3T merupakan bentuk pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan layanan belajar yang merata.

"Semoga seluruh bantuan yang diberikan baik berupa pembangunan sarana prasarana dan peralatan digital menjadi bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dan wujud nyata upaya membangun generasi Indonesia yang hebat, unggul, cerdas, dan berkarakter," tandas Mendikdasmen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed