Kemendikdasmen Resmikan Pembelajaran Sekolah Nasional Terintegrasi

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meresmikan dimulainya kegiatan pembelajaran di 17 Sekolah Nasional Terintegrasi yang tersebar di Indonesia pada Senin, 10 Agustus 2026, seperti dilansir dari Detikcom.

Lembaga pendidikan yang memadukan jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas tersebut menerapkan kurikulum nasional dengan tambahan program keunggulan khusus.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti memberikan penjelasan mengenai skema kurikulum yang diterapkan di lembaga pendidikan baru tersebut.

"Jadi mengikuti kurikulum nasional tapi plus. Nah plusnya itu adalah keunggulan-keunggulan dalam bidang bahasa, kemudian juga tambahan untuk keunggulan akademik, olahraga, dan sebagainya," kata Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Ia juga menambahkan rincian mengenai proses penyaringan tenaga pendidik yang ditugaskan untuk mengajar.

"Gurunya ini kami seleksi dari guru-guru yang sudah ada sekarang ini. Sebagian adalah guru-guru yang memang sudah berpengalaman," kata Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kualifikasi calon pimpinan sekolah juga melewati proses penyaringan yang sangat ketat dari ribuan pendaftar.

"Para kepala sekolah itu mereka banyak yang sudah berpengalaman jadi kepala sekolah sebelumnya, dan kita seleksi, dari tadi 1.800 sekian, kita seleksi 17," kata Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pengembangan potensi murid turut didukung melalui penyediaan berbagai kegiatan di luar jam pelajaran utama.

"Yang kedua, kita juga akan kenalkan ekskul-ekskul yang akan membantu adik-adik menumbuhkan bakat, minat, potensinya. Kita akan kembangkan minimal ada 15 ekskul, tapi untuk tahap pertama kita akan buka 6. Yang dua, yang wajib itu adalah Pramuka dan Pencak Silat, karena sudah diakui UNESCO," kata Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen.

Pihak kementerian juga melengkapi fasilitas pengembangan keterampilan teknologi modern seperti koding, kecerdasan buatan, dan robotik untuk para siswa.

"Kemudian kita juga buka paduan suara, kemudian paskibra, dan yang juga kita harapkan English. Jadi 6 itu paling nggak kita wajibkan. MPLS juga kita isi dengan penguatan pendidikan karakter dan pengenalan lingkungan sekolah, termasuk juga gerakan nasional RANA (ruang aman dan nyaman untuk anak)," kata Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed