Kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026 Memicu Kritik Susulan
Kekalahan tim nasional Jerman melalui adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Paraguay memicu gelombang kritik susulan dari berbagai tokoh olahraga. Sorotan tajam kini diarahkan kepada Leon Goretzka yang dinilai menghindar dari tanggung jawab sebagai eksekutor penalti dalam pertandingan tersebut.
Mantan perenang kelas dunia, Franziska van Almsick, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap sikap yang ditunjukkan oleh gelandang berpengalaman tersebut melalui podcast Kerners11. Penolakan untuk mengambil tindakan di momen krusial dianggap sebagai cerminan masalah yang lebih besar di dalam skuad Jerman.
"Menurut saya, itu penampilan yang sangat buruk dari para pemain kami. Ada seorang pemain di sana yang benar-benar membuat saya sangat kecewa secara pribadi," jelas wanita berusia 48 tahun itu dalam podcast Kerners11.
Van Almsick memberikan penjelasan tambahan kepada Johannes B. Kerner mengenai kekesalannya terhadap sikap para pemain yang enggan menghadapi tekanan kritik publik.
"Karena jelas ada reaksi yang menunjukkan bahwa dia tidak mau mengeksekusi penalti, dan ketika seseorang secara terang-terangan menghindar dan tidak mau bertanggung jawab, hal itu sama sekali tidak saya duga." Saat ditanya oleh Johannes B. Kerner, Van Almsick menegaskan bahwa yang dia maksud adalah mantan pemain profesional Bayern tersebut: “Bagi saya, itu adalah puncak dari semuanya.
Hal itu benar-benar, benar-benar banyak mengungkapkan tentang tim ini. Menurut saya, seseorang harus bisa menerima kritik. Itulah yang paling membuat saya kesal terhadap masyarakat kita, tetapi juga sekarang dalam Piala Dunia sepak bola kita atau pertandingan tim nasional kita.
Mampu menerima kritik dan mengambil tanggung jawab.” Bagi van Almsick, ini bukan soal “bahwa tidak ada yang boleh membuat kesalahan. Ini soal berani mengakui kesalahan sendiri.
Setiap orang boleh membuat kesalahan. Lalu kita bisa mengatakan, ‘Maaf, saya telah mengambil keputusan yang salah.’ (...) Tapi itu hampir seperti penolakan, atau bahkan setelah pertandingan berakhir tidak mampu mengatakan, ‘Maaf...’ Saya tidak pernah menyangka bahwa hal itu begitu sulit." kata Van Almsick.
Kritik tersebut bersumber dari rekaman kamera Spidercam saat kapten Joshua Kimmich menyusun urutan penendang ketujuh dan kedelapan setelah Jerman berada dalam posisi terdesak. Kimmich menawarkan posisi penendang kepada Goretzka setelah menetapkan Nathaniel Brown, namun pemain berusia 31 tahun itu merespons dengan menggelengkan kepala.
Mantan bek tengah Jerman, Mats Hummels, turut menyampaikan pandangannya di MagentaTV mengenai situasi tersebut, terutama setelah Jonathan Tah yang tidak berpengalaman terpaksa maju sebagai penendang keenam hingga akhirnya gagal mencetak gol.
"Dia belum pernah mengambil tendangan penalti sepanjang kariernya. Fakta bahwa dia harus menendangnya karena semua pemain lain tidak mau lagi, sayangnya juga menunjukkan sesuatu." kata Hummels.
Hummels kemudian membandingkan situasi tersebut dengan pengalamannya sendiri saat menghadapi adu penalti melawan Italia di perempat final Euro 2016 di bawah asuhan pelatih Joachim Low.
"Saat itu, setelah sekitar satu menit, saya menghampiri pelatih (Joachim Löw, red.) dan mengatakan kepadanya bahwa saya yang akan menendang. Lalu dia berkata: 'Mats, kita sudah punya lima,'" kata pemain berusia 37 tahun itu.
Ia menceritakan ketegangan yang dihadapinya saat mengeksekusi penalti krusial melawan Gianluigi Buffon demi menjaga peluang Jerman di turnamen tersebut.
"Kami memiliki begitu banyak pemain yang siap maju ke titik penalti." Saat itu, Hummels mengambil tendangan penalti keenam tim DFB dan harus mencetaknya agar timnya tetap bertahan di turnamen. "Kamu bisa terlihat seperti orang bodoh di situ.
Aku berdiri di sana dan menghadapi tendangan penalti melawan Buffon, di mana aku tahu: Jika aku gagal, kita akan tersingkir. Saat itu lututku juga gemetar, tapi itu tidak boleh ditunjukkan ke luar, melainkan kita harus maju dan melakukannya tetap saja." tambah Hummels.
Hummels memberikan apresiasi kepada keberanian Jonathan Tah meski sang bek akhirnya gagal mengeksekusi penalti.
"Iya merasa sedikit disayangkan bahwa kami tidak berhasil membuat beberapa orang tampil dengan keyakinan penuh." pungkas Hummels seperti dilansir dari media Goal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow