Kanada Terapkan Tarif Balasan Bea Masuk 50 Persen Terhadap AS
Pemerintah Kanada memutuskan menangguhkan perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat dan membalas pengenaan bea masuk 50 persen terhadap produk-produk AS mulai 8 September 2026. Langkah retaliasi ini diambil setelah negosiasi intensif selama beberapa pekan di Washington berakhir buntu pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Eskalasi perselisihan ekonomi ini dipicu oleh kebijakan Washington yang mematok bea masuk 50 persen atas komoditas Kanada senilai sekitar 20 miliar hingga 28 miliar dolar AS (sekitar Rp353 triliun hingga Rp494,1 triliun). Pungutan baru AS tersebut membidik berbagai sektor industri, mulai dari baja, produk susu, elektronik, semen, pakaian, hingga peralatan hoki dan furnitur.
Penangguhan negosiasi diputus lantaran perubahan syarat pada tahap akhir yang diajukan pihak AS dinilai membatasi kedaulatan ekonomi Kanada. Washington menggunakan Section 338 dari Undang-Undang Tarif AS 1930 dengan alasan respons atas diskriminasi Kanada terhadap produk AS, serta menuntut akses pasar susu yang lebih besar dan pembebasan tarif balasan kendaraan.
"Kanada akan menyamai tarif baru Washington dolar demi dolar, demi melindungi pekerja, petani, keluarga dan bisnis di Kanada," kata Perdana Menteri Kanada, Mark Carney.
Carney menegaskan bahwa persyaratan final dari AS tidak dapat diterima lantaran dinilai tidak adil dan tidak masuk akal secara ekonomi.
"Akibatnya, malam ini saya memutuskan untuk menangguhkan perundingan perdagangan dengan AS dan mengarahkan para perunding Kanada untuk kembali ke Ottawa," tambah Carney.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Ottawa tidak akan membiarkan arah kebijakan negaranya didikte oleh tekanan sepihak dari luar.
"Kanada akan merespons dolar demi dolar," ujar Carney.
Sebagai langkah penyeimbang terhadap ketergantungan pada pasar AS, pemerintah Kanada mulai mempercepat strategi diversifikasi pasar. Ottawa tercatat telah menandatangani lebih dari 20 kesepakatan perdagangan baru dalam setahun terakhir untuk memperluas akses jangkauan ekspor globalnya.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan respons tegas terhadap tindakan balasan yang diumumkan Ottawa melalui media sosial miliknya.
"Kanada menginginkan manfaat menjadi sebuah negara, tanpa menjadi negara!!!" tulis Trump.
Sementara itu, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan penyesalannya atas sikap Ottawa dalam proses negosiasi tersebut.
Greer menilai Kanada telah melewatkan kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan AS.
Gagalnya perundingan di menit-menit akhir ini memperjelas ketidakpastian masa depan kerja sama regional North American Free Trade Agreement (NAFTA) maupun kesepakatan penggantinya, United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA). Hingga saat ini belum ada jadwal resmi terkait pembukaan kembali meja perundingan antara kedua belah pihak.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow