Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw Meninggal Dunia di Rusun ASN
Kabar duka datang dari Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Juru Bicara Otorita IKN, Troy Harold Yohanes Pantouw, menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Susun (Rusun) ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara, Kalimantan Timur.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi. Berdasarkan penanganan medis, mendiang menghembuskan napas terakhir lantaran penyebab alami, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Thomas mengonfirmasi bahwa penanganan medis sempat dilakukan sebelum Troy dinyatakan wafat. Mendiang dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 12.45 Wita untuk menjalani pemeriksaan tim medis, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (25/7) pukul 14.25 Wita.
"Beliau dibawa ke RS sekitar pukul 12.45 Wita dan segera diperiksa oleh tim dokter. Pada pukul 14.25 Wita, dokter memastikan beliau meninggal dunia karena sebab alami," kata Thomas dilansir Antara, Minggu (26/7/2026).
Mendiang Troy Pantouw merupakan praktisi senior di bidang komunikasi publik dan hubungan masyarakat (PR) dengan pengalaman melintasi dua dekade. Kariernya diawali sebagai penyiar radio serta reporter di Suara Surabaya Media pada rentang 1988–1992, lalu berlanjut sebagai Produser Eksekutif di SCTV hingga 1998.
Jejak kepemimpinannya di bidang PR tercatat di berbagai perusahaan terkemuka. Ia pernah mengemban amanat sebagai Marketing Communication Manager Cahaya Bagi Negeri Indonesia, Promotion and Communication Manager PT Jamu Air Mancur Solo, Marketing Communication Manager Kabelvision, hingga Country Head Corporate Affairs and Brand & Marketing Standard Chartered Bank.
Selain itu, Troy dipercaya mengisi posisi Corporate Communications Director di Danone AQUA sepanjang 2009–2015. Sebelum mengabdi sebagai Juru Bicara Otorita IKN, ia sempat dipercaya memimpin komunikasi publik sebagai Head of Public Communications Satgas Covid-19 Indonesia.
Di lingkup organisasi profesi, Troy menjabat Wakil Ketua Perhimpunan Humas Indonesia (Perhumas) periode 2011–2014. Kontribusinya di bidang komunikasi juga membuah penghargaan Inspirator CSR Communication Award 2015 yang diterima bersama Prof. Dr. Emil Salim.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow