Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 30 Juta Orang

Smallest Font
Largest Font

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal di Indonesia telah menembus angka 30 juta orang pada Selasa (14/7/2026). Pertumbuhan signifikan investor ritel ini dinilai memperkuat stabilitas pasar keuangan domestik dari tekanan sentimen global.

Lonjakan ini melampaui capaian tahun 2025 yang mencatatkan total 20 juta investor, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Fenomena ini memperlihatkan adanya penambahan sekitar 10 juta investor baru dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan perkembangan ini setelah mengadakan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian.

"Kemudian investor di pasar modal Indonesia saat ini sudah mencapai 30 juta orang. Jadi ini tahun lalu masih 20-an juta, sekarang sudah nambah 10 juta ini luar biasa. Jadi buffer dari market kita adalah retailnya itu sendiri," ujar Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Kekuatan investor ritel saat ini membuat pasar modal Indonesia jauh lebih kokoh dalam menghadapi gejolak pasar global. Kondisi ini berbeda dari situasi dua dekade silam ketika pasar saham domestik sangat rentan terhadap sentimen luar negeri meskipun tidak memengaruhi fundamental ekonomi nasional.

"Jadi itu merupakan satu hal yang sangat baik ya, karena contohnya saya waktu mungkin 20 tahun lalu, itu kan retail kita belum sekuat sekarang. Jadi kalau misalnya ada isu di global yang sebenarnya nggak ada kaitan dengan fundamental ekonomi kita itu sangat terdampak di market kita," tambah Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

OJK juga sedang menjalankan langkah reformasi pasar modal lanjutan demi memenuhi berbagai rekomendasi dari MSCI. Upaya perbaikan tersebut difokuskan pada peningkatan transparansi kepemilikan saham, implementasi kebijakan free float, hingga pengetatan penegakan hukum.

"Kemudian kebijakan free float semua sudah kita lakukan walaupun free float ini perlu bertahap dalam waktu 1, 2, 3 tahun iniKemudian yang lain-lain kita terus upayakan supaya pasar modal di Indonesia semakin berintegritas, semakin liquid, semakin kredibel dan satu unsur yang akan kita terus galakkan adalah enforcementnya," tegas Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Indikator positif lain di pasar modal terlihat dari tingginya aktivitas penghimpunan dana masyarakat melalui skema penawaran umum. Nilai perolehan dana dari penawaran umum perdana saham (IPO) serta efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) saat ini telah menyentuh angka Rp 112 triliun.

"Pasar modal tadi sudah saya sampaikan updatenya bahwa pasar modal ini juga sangat baik bahwa terkait dengan IPO dan juga penawaran EBUS, efek bersifat utang sukuk itu angkanya sudah mencapai yang masuk Rp 112 triliun. Jadi ini satu berita bagus juga," tutup Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed