Jason Arday Mengundurkan Diri dari Cambridge Usai Penyelidikan
Profesor sosiologi Universitas Cambridge, Jason Arday, mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (5/8/2026) di London, Inggris. Langkah ini diambil menyusul penyelidikan internal terkait dugaan plagiarisme dan kualifikasi akademik yang disandang akademisi kulit hitam termuda tersebut. Penyelidikan dibuka oleh Universitas Cambridge setelah menerima informasi baru mengenai kualifikasi akademik serta gelar kehormatan Arday.
Di saat bersamaan, Jesus College turut menggelar pemeriksaan terpisah terkait status keanggotaan akademik sang profesor. Dugaan pelanggaran pertama kali dilontarkan mantan peneliti Nathan Cofnas, disusul temuan analisis media mengenai disertasi doktoral dan data penelitian Arday. Kampus Liverpool John Moores sebelumnya tidak menemukan bukti pelanggaran disengaja pada karya ilmiah Arday tahun 2015.
Dalam surat pengunduran diri yang dipublikasikan Good Law Project, Jason Arday menyampaikan pandangannya mengenai tekanan publik yang ia hadapi selama bertugas.
"Tahun-tahun sejak penunjukan saya ditandai oleh tingkat pengawasan publik dan serangan pribadi yang tak henti-hentinya," kata Jason Arday, mantan Profesor Sosiologi Pendidikan Universitas Cambridge. Ia menilai kritik akademis adalah hal biasa, namun tekanan yang muncul belakangan ini dinilai sudah melebihi batas perdebatan ilmiah.
"Meskipun kritik merupakan bagian tak terelakkan dari kehidupan akademis, apa yang saya alami telah jauh melampaui sekadar perbedaan pendapat ilmiah," ujar Jason Arday, mantan Profesor Sosiologi Pendidikan Universitas Cambridge. Arday menambahkan bahwa sorotan intensif tersebut berdampak sangat besar terhadap kehidupan pribadi dan orang-orang di sekitarnya.
"Tuduhan, spekulasi, dan komentar publik yang tiada henti telah memberikan dampak yang sangat berat bagi saya dan orang-orang yang saya cintai," kata Jason Arday, mantan Profesor Sosiologi Pendidikan Universitas Cambridge. Besarnya beban yang ditanggung membuat Arday mengambil keputusan untuk mundur demi keselamatan psikologis keluarganya. "ada titik di mana biaya pribadi menjadi terlalu besar," ujar Jason Arday, mantan Profesor Sosiologi Pendidikan Universitas Cambridge.
Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil secara sadar sebagai cara terbaik untuk mengakhiri kontroversi.
"Demi kesejahteraan saya sendiri, keluarga saya, dan mereka yang telah berdiri di samping saya selama periode sulit ini, saya menyimpulkan bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri bab ini adalah dengan melangkah mundur," kata Jason Arday, mantan Profesor Sosiologi Pendidikan Universitas Cambridge. Mantan akademisi ini membantah bahwa pengunduran diri tersebut merupakan bentuk pengakuan atas tuduhan plagiarisme yang dialamatkan kepadanya. "Keputusan ini juga tidak boleh dianggap sebagai penerimaan terhadap narasi-narasi yang selama ini menyudutkan saya," ujar Jason Arday, mantan Profesor Sosiologi Pendidikan Universitas Cambridge.
Dalam wawancara terpisah dengan media, Arday menduga ada upaya terencana untuk menjatuhkan posisinya dari kampus.
"Sejak saya tiba di Cambridge, telah ada kampanye yang sangat terorganisir dan terkoordinasi untuk menjatuhkan saya dari posisi saya," kata Jason Arday, mantan Profesor Sosiologi Pendidikan Universitas Cambridge. Arday meminta semua pihak melihat permasalahan ini secara rasional dan profesional tanpa pelabelan berlebihan.
"Kita berbicara tentang dunia akademis di sini, saya tidak membunuh orang," ujar Jason Arday, mantan Profesor Sosiologi Pendidikan Universitas Cambridge. Meski keputusan ini terasa berat, Arday mengingat kembali dukungan publik yang diterimanya sejak awal penunjukan.
"Respons dari begitu banyak orang di seluruh dunia sungguh luar biasa," kata Jason Arday, mantan Profesor Sosiologi Pendidikan Universitas Cambridge. Arday menegaskan bahwa pengunduran diri ini bukan akhir dari perjalanan kariernya di dunia pendidikan. "Saya membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Saya akan kembali," ujar Jason Arday, mantan Profesor Sosiologi Pendidikan Universitas Cambridge.
Pihak Jesus College Cambridge menyatakan komitmennya untuk mendukung seluruh jalur pemeriksaan yang dijalankan oleh universitas.
"Profesor Arday tetap menyandang status fellow selama proses ini berlangsung," kata juru bicara Jesus College. Lebih dari 15.000 orang telah menandatangani petisi dukungan untuk Arday melalui Good Law Project. Sementara itu, Universitas Cambridge belum mengumumkan hasil akhir dari penyelidikan yang sedang berjalan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow