— Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menekankan pentingnya penguatan kepemimpinan kolaboratif serta penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi operasional perusahaan. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kerja di Jawa Timur pada Rabu (1/7).

Iriawan membuka kunjungannya dengan berpartisipasi dalam sesi berbagi bersama sekitar 200 perwira Pertamina dari berbagai entitas. Pertemuan berlangsung di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Surabaya, dan menjadi wadah memperkuat perspektif kepemimpinan dalam menghadapi dinamika industri energi.

Dalam paparannya, Iriawan menyebut industri energi sedang menghadapi transisi energi, perkembangan teknologi, dan meningkatnya ekspektasi pemangku kepentingan. Kondisi tersebut menuntut kemampuan adaptasi di tengah ketidakpastian, serta menegaskan bahwa budaya HSSE harus melekat pada operasional Pertamina.

“Kepemimpinan yang kuat harus tercermin dalam budaya kerja yang kuat. Di Pertamina, budaya HSSE harus menjadi bagian dari DNA setiap Perwira, bukan sekadar kepatuhan terhadap prosedur. Untuk mencapai kesempurnaan operasional, nilai-nilai keselamatan harus diinternalisasi dalam setiap tindakan dan keputusan, mulai dari manajemen puncak hingga pekerja di lapangan,” kata Iriawan.

Usai sesi di Surabaya, Iriawan melakukan Management Walkthrough (MWT) ke Production Unit Gresik (PUG) PT Pertamina Lubricants. Kegiatan itu bertujuan memastikan disiplin operasional, integritas fasilitas, serta manajemen risiko berjalan optimal.

Peran Pertamina Lubricants Dalam Rantai Pasok

Produk pelumas menjadi salah satu portofolio unggulan yang memberikan nilai tambah bagi Pertamina sekaligus memperkuat daya saing perusahaan. PUG disebut memiliki peran strategis dalam menjaga keandalan pasokan pelumas dan mendukung pengembangan bisnis pelumas baik di pasar domestik maupun internasional.

Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Sigit Pranowo, menyampaikan distribusi pelumas Pertamina didukung oleh jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini, perusahaan memiliki tujuh sales region, ratusan distributor, lebih dari 60 ribu registered outlet, dan melayani lebih dari 20 ribu pelanggan industri.

Penguatan jaringan distribusi, kualitas produk, serta inovasi menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing bisnis pelumas dan memperluas penetrasi ke pasar global, kata Sigit.

Rangkaian kunjungan kerja ini, menurut Iriawan, mencerminkan komitmen Pertamina untuk memperkuat kepemimpinan, membudayakan HSSE di setiap lini operasional, dan memastikan seluruh proses bisnis berjalan aman, andal, serta berkelanjutan demi mendukung ketahanan energi nasional.