Iran Siapkan Skenario Tempur Hadapi Potensi Invasi Darat Amerika Serikat

Smallest Font
Largest Font

Militer Iran mengumumkan kesiapan armada tempurnya untuk menghadapi segala bentuk gempuran dari Amerika Serikat (AS), termasuk ancaman invasi darat. Langkah antisipasi ini diambil seiring meningkatnya intensitas konfrontasi militer di wilayah Teluk.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh seorang sumber militer Iran kepada media RIA Novosti, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Kamis (23/7/2026).

"Angkatan bersenjata kami telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi setiap serangan baru dari AS, terutama jika Washington membuat kesalahan dengan melancarkan invasi darat," tegas sumber tersebut, Kamis.

Ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump dinilai justru memacu kesiapan operasional pasukan Iran secara optimal. Pihak militer Iran juga menegaskan bahwa balasan masif melampaui kalkulasi AS akan diarahkan ke fasilitas nuklir maupun infrastruktur vital jika gempuran terus berlanjut. Pemerintah AS pun diminta bertanggung jawab penuh atas eskalasi konflik ini.

Di sisi lain, eskalasi militer di lapangan kian memanas. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi peluncuran gelombang serangan udara baru ke wilayah Iran yang kini memasuki malam ke-12 secara beruntun.

Gempuran yang menargetkan sejumlah sasaran militer Iran tersebut dimulai pada Rabu (22/7/2026) pukul 17.30 waktu AS atau Kamis pukul 04.30 WIB atas perintah langsung Panglima Tertinggi.

"Misi ini akan terus berlanjut demi memangkas kemampuan Iran dalam mengancam keselamatan pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintasi perairan kawasan," tulis CENTCOM melalui akun resminya di platform X.

Konflik Terbuka Pasca-Pembatalan Kesepakatan

Rangkaian bentrokan senjata ini merupakan kelanjutan dari konflik terbuka yang sudah berlangsung sejak akhir Februari 2026. Meskipun kedua negara sempat menandatangani memorandum perdamaian pada pertengahan Juni 2026, kesepakatan gencatan senjata tersebut berakhir rapuh.

AS kembali melancarkan gempuran udara setelah menuduh Iran mengganggu jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, yang merupakan titik vital pasokan minyak global. Sebagai balasan, Iran menggempur pangkalan militer AS di Timur Tengah serta mengancam akan melumpuhkan fasilitas energi negara-negara sekutu AS. Pembatalan kesepakatan damai secara sepihak oleh AS kini memperluas risiko perang terbuka di seluruh kawasan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed