Intel Tawarkan Saham senilai 15 Miliar Dolar AS
Produsen chip asal Amerika Serikat, Intel, mengumumkan penawaran saham senilai US$ 15 miliar atau sekitar Rp 266,76 triliun pada Senin (10/8/2026). Langkah finansial ini diambil guna mendukung lonjakan permintaan terhadap komputasi kecerdasan buatan (AI) yang terus meningkat pesat.
Sebagaimana dilansir dari Detik Finance via CNBC, dana hasil penawaran saham tersebut dialokasikan untuk kebutuhan operasional perusahaan, termasuk belanja modal dan modal kerja. Penawaran ini mencakup opsi 30 hari yang memberi hak kepada penjamin emisi untuk membeli saham biasa tambahan senilai US$ 2,25 miliar.
Sektor AI fisik, silikon khusus, dan teknologi pengemasan canggih menjadi fokus pertumbuhan utama perusahaan. Nilai saham Intel sendiri melonjak 175% sepanjang tahun 2026 dan nilainya meningkat lima kali lipat dalam setahun terakhir, didorong ekspansi infrastruktur AI serta kepemilikan 10% saham oleh pemerintah AS.
Langkah ini sejalan dengan tren industri teknologi global. Goldman Sachs memproyeksikan belanja modal perusahaan teknologi besar untuk kebutuhan AI mencapai US$ 765 miliar pada tahun ini dan melonjak hingga US$ 1,2 triliun pada 2027, dengan Amazon mencatatkan proyeksi belanja tertinggi akibat kelangkaan memori.
Bulan lalu, Intel mencatat rekor pertumbuhan pendapatan tercepat dalam hampir 15 tahun dan mendongkrak proyeksi belanja modalnya menjadi US$ 20 miliar. Sebagian besar dari anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan peralatan pabrik sebagai persiapan menghadapi peningkatan kapasitas secara signifikan pada tahun 2027.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow