IHSG Sesi I Menguat 052 Persen ke Level 6535

Smallest Font
Largest Font

Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 33,9 poin atau 0,52 persen ke level 6.535 pada penutupan sesi I perdagangan hari Jumat (21/8/2026), dilansir dari Investor Daily. Pergerakan positif ini seiring dengan penguatan bursa regional Asia. Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat para pelaku pasar merespons positif rilis data ekonomi Jepang dan menantikan arah kebijakan dari pertemuan komite di China.

Indeks Manajer Manufaktur S&P Global Jepang dilaporkan naik menjadi 55,1 pada Agustus 2026 dari bulan sebelumnya sebesar 54,5. Pertumbuhan manufaktur Jepang tersebut menjadi yang terkuat sejak April menyusul peningkatan pesat pesanan baru dan penjualan luar negeri. Di sisi lain, perhatian pasar global juga tertuju pada rencana pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China pada 25-28 Agustus untuk mendapat kepastian panduan ekonomi.

Kondisi pasar keuangan global turut diwarnai kecemasan volatilitas Wall Street akibat lonjakan imbal hasil obligasi jangka panjang Departemen Keuangan AS. Tinggi biaya pembiayaan pemerintah dinilai memberi beban pada perekonomian serta pasar saham secara lebih luas.

Sementara itu, harga minyak dunia melanjut penguatan seiring rencana Amerika Serikat menerapkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran di tengah perselisihan di Selat Hormuz. Langkah Washington tersebut bertujuan memperketat tekanan ekonomi pada Teheran guna mendorong negosiasi program nuklir. Dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan II 2026 tetap terjaga. Defisit NPI tercatat sebesar 0,9 miliar dolar AS, membaik signifikan dari defisit triwulan I 2026 yang mencapai 9,1 miliar dolar AS.

Pasar saat ini juga mencermati wacana Bursa Efek Indonesia untuk menghapus batas harga minimum saham Rp 50 guna meningkatkan likuiditas. Langkah tersebut dirancang agar harga saham lebih mencerminkan permintaan pasar, meski terdapat risiko peningkatan spekulasi. Pada perdagangan sesi pertama, jajaran top gainers dipimpin oleh saham CSMI, ALKA, PIPA, ELIT, dan STRK. Sementara jajaran top losers meliputi saham SONA, BAJA, WMPP, TCPI, serta HATM.

"CUAN. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance 770-920," tulis Pilarmas.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed