IHSG Berpotensi Menguat 7 Agustus 2026 Cek Rekomendasi Saham
Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi berpotensi menguat pada perdagangan 7 Agustus 2026. Seperti dilansir dari Investor Daily, IHSG sebelumnya ditutup tergelincir 7,42 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.343,71. Pergerakan bursa saham di kawasan Asia mencatatkan hasil yang bervariasi.
Indeks Nikkei 225 Jepang menguat lebih dari 0,20 persen dan Topix naik 0,29 persen. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan dibuka menguat 0,89 persen serta Kosdaq naik 0,6 persen. Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia justru mengalami pelemahan sebesar 0,45 persen.
Di sisi lain, indeks acuan Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah global akibat memanasnya situasi di Selat Hormuz.
Aksi ambil untung setelah reli pasar serta kinerja sejumlah emiten teknologi yang mengecewakan investor turut menekan Wall Street. Kombinasi sentimen global ini membayangi pergerakan pasar saham. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah analis memberikan arahan strategi bagi para investor. Mandiri Sekuritas dan BNI Sekuritas merilis beberapa saham pilihan untuk perdagangan hari ini.
Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk tiga saham pilihan. Setiap saham dilengkapi dengan batasan target harga, support, resistance, serta batasan stop loss.
| Rekomendasi | Harga Penutupan | Target Harga | Stop Loss | Support | Resistance |
|---|---|---|---|---|---|
| Buy | 1.090 | 1.115 | 1.075 | 1.075 | 1.115 |
| Buy | 1.625 | 1.660 | 1.610 | 1.610 | 1.660 |
| Buy | 7.450 | 7.550 | 7.275 | 7.375 | 7.550 |
Selain Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas merekomendasikan enam saham pilihan. Saham seperti PGEO, BMRI, hingga BNBR menjadi perhatian pelaku pasar untuk target harganya.
Sentimen Komoditas dan Kinerja BUMN
Pasar juga menyoroti penguatan harga batu bara di tengah perhatian terhadap pasokan energi krisis China. Kebutuhan pasokan energi global terus memengaruhi pergerakan saham sektor terkait. Di sektor emas, harga diproyeksikan siap bangkit setelah koreksi mereda.
Penilaian BCA Research menunjukkan tingkat suku bunga riil Amerika Serikat mulai mendukung penguatan harga emas. Sementara itu, kinerja operasional dan keuangan BUMN seperti PTPN Group tetap solid. Perseroan berhasil meraih pendapatan hingga Rp 29,1 triliun pada semester pertama 2026.
Aksi korporasi juga mewarnai dinamika pasar saham domestik. Saham Dian Swastatika Sentosa atau DSSA melompat seiring rencana perseroan mengalihkan saham treasuri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow