IHSG Melanjutkan Penguatan dengan Sentimen Positif dari Pasar Global dan Domestik

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal Agustus 2026 tetap melanjutkan tren penguatan yang berlangsung sejak Juli, didukung oleh sentimen positif dari pasar global dan kondisi ekonomi domestik. Perdagangan Senin (3/8) mencatat IHSG dibuka menguat dan ditutup pada level 6.272,62.

Penguatan IHSG pada penutupan Jumat (31/7) sebesar 0,8% ke level 6.236 menegaskan momentum positif. Namun, indeks masih menghadapi tantangan di resistance 6.450 yang menjadi level kunci untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, mengatakan bahwa selama IHSG mampu bertahan di atas support 6.200-6.180, potensi penguatan menuju resistance 6.244 dan bahkan hingga 6.377 masih terbuka.

"Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.200-6.180, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.244 sebagai resistance terdekat, dan apabila berhasil breakout, penguatan berpotensi berlanjut ke 6.315 hingga 6.377," ujar Liza.

Liza juga mengingatkan risiko jika indeks turun di bawah 6.180 yang dapat membuka peluang pengujian support berikutnya di kisaran 6.186-6.177 hingga 6.135.

Dari pasar global, sikap hawkish The Fed dan kenaikan suku bunga masih menjadi perhatian utama. Pernyataan pejabat The Fed yang menegaskan perlunya mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi memperkuat ekspektasi ruang penurunan suku bunga dalam waktu dekat masih terbatas.

Liza menambahkan, laporan keuangan Amazon yang melampaui ekspektasi turut mendorong optimisme terhadap saham teknologi, khususnya yang berbasis kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, namun pergerakan pasar tetap selektif.

Keputusan Danantara menunda penerbitan obligasi dolar AS jangka panjang juga menjadi perhatian pelaku pasar, karena kondisi pasar obligasi global yang belum kondusif dan permintaan imbal hasil yang lebih tinggi.

Penundaan ini juga terkait dengan pelemahan rupiah, defisit transaksi berjalan yang meningkat, serta faktor kehati-hatian investor terhadap Danantara yang masih relatif baru.

Pemerintah dan DPR mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) untuk menarik dana global dan memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi, di tengah ketidakpastian geopolitik.

Secara teknikal, IHSG menunjukkan tanda-tanda positif dengan indikator RSI yang mulai bergerak di atas level netral, namun volume perdagangan masih di bawah rata-rata sehingga penguatan diperkirakan berjalan bertahap.

Data mendukung sentimen positif, seperti pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,61% dan inflasi Juli yang terkendali di 2,88%, menjadi bantalan fundamental pasar saham Indonesia.

Analis MNC Sekuritas memperkirakan IHSG melanjutkan penguatan dengan target kisaran 6.352-6.545 dan merekomendasikan saham BRMS, ENRG, MBMA, dan PSAB untuk dicermati pada perdagangan hari ini.

Sementara Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG menguji level 6.300-6.380 dalam pekan ini, dengan perhatian pada perkembangan geopolitik, harga minyak dunia, serta data ekonomi AS yang berpotensi memengaruhi kebijakan The Fed.

Investor juga mencermati agenda ekonomi domestik seperti data PMI manufaktur, inflasi, neraca perdagangan, pertumbuhan ekonomi kuartal II, cadangan devisa, dan indeks harga properti pada pekan ini.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed