IHSG Anjlok Ke Level 6309 Usai Pengumuman MSCI Review

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meluncur turun 1,05 persen menuju posisi 6.309,26 pada pembukaan sesi perdagangan Kamis (13/8/2026) pagi akibat respons negatif pasar saham domestik terhadap keputusan MSCI August 2026 Index Review yang tetap memberlakukan kebijakan pembekuan (freeze).

Hasil peninjauan MSCI periode Agustus 2026 mencatat tidak adanya penambahan emiten baru di MSCI Global Standard Index maupun Small Cap Index. Perubahan utama terjadi pada saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang turun kelas dari Global Standard Index ke Small Cap Index, sehingga CPIN bersama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tak lagi masuk jajaran MSCI Global Standard Index. Di samping itu, sembilan emiten terlempar dari MSCI Small Cap Index yaitu ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI yang keputusannya bakal berlaku efektif per 1 September 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Analis Teknikal Senior Mirae Asset Sekuritas Indonesia M Nafan Aji Gusta menilai pelemahan indeks saham utama ini murni dipicu sentimen penahanan status oleh MSCI.

"Penurunan IHSG pagi ini lebih tepat dibaca sebagai kekecewaan pasar karena MSCI masih mempertahankan freeze, bukan karena Indonesia kehilangan status Emerging Market," kata Nafan.

Pria tersebut memaparkan bahwa indikator teknikal pergerakan IHSG sebenarnya sempat memperlihatkan tren perbaikan sebelum pengumuman indeks keluar.

"Namun, sentimen MSCI menjadi faktor penahan utama bagi IHSG hari ini," kata Nafan.

Perubahan posisi saham CPIN ke kategori Small Cap dinilai masih membuka potensi arus modal masuk, meski dengan estimasi nilai yang berbeda.

"Untuk CPIN, penurunan kelas dari Global Standard ke Small Cap berarti saham tersebut masih berada dalam cakupan MSCI. CPIN masih berpotensi mendapatkan passive flow dari investor yang menggunakan MSCI Small Cap Index sebagai benchmark. Namun, secara nominal, aliran dana tersebut umumnya lebih kecil dibandingkan ketika saham berada dalam Global Standard Index," kata Nafan.

Ia mengimbau para pelaku pasar agar lebih cermat dalam menentukan arah investasi di tengah maraknya aksi lepas saham.

"Akumulasi pada saham dengan fundamental solid, fokus pada saham yang memiliki valuasi relatif murah, serta mencermati saham yang mulai menunjukkan arah pembalikan tren," kata Nafan.

Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyampaikan bahwa penurunan IHSG selaras dengan gambaran teknikal proyeksi pasar.

"Untuk pilihan saham, investor disarankan mencermati emiten dari sektor perbankan dan energi," kata Herditya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed