Hearts Siapkan Rotasi Pemain Menjelang Laga Leg Kedua Menghadapi Benfica

Smallest Font
Largest Font

Pelatih Hearts Wouter Vrancken menyiapkan perubahan susunan pemain menjelang laga leg kedua babak kualifikasi ketiga Liga Europa melawan Benfica di Stadion Tynecastle Park, Edinburgh, setelah tertinggal agregat 6-1 dari leg pertama.

Klub asal Skotlandia tersebut harus kehilangan beberapa pilar akibat cedera, seperti Malachi Fagan-Walcott yang mengalami masalah pergelangan kaki dan Stephen Kingsley akibat cedera hamstring. Namun, Stuart Findlay dipastikan lepas dari sanksi skorsing serta Christian Borchgrevink telah pulih dari cedera ringan.

Vrancken juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan performa bek Jamie McCart yang tampil solid saat Hearts meraih kemenangan 4-0 atas Dundee United di kompetisi domestik.

"Ya, kita lihat nanti. Saya pikir Stu akan kembali. Dia tampil bagus melawan Benfica dan musim lalu," kata Wouter Vrancken, Pelatih Hearts.

Guna menjaga mentalitas anak asuhnya, Vrancken terus mendorong para pemain belakang untuk meningkatkan kualitas pertahanan dan skema komunikasi di lapangan.

"Jamie juga bermain sangat baik pada hari Minggu. Kami sudah berbicara dengannya dan dia mau belajar serta menerapkan apa yang kami ajarkan. Saya senang melihat hal ini dan kami harus percaya pada kemampuan mereka," ujar Wouter Vrancken, Pelatih Hearts.

Kemenangan telak di laga domestik dinilai Vrancken menjadi modal penting untuk mengembalikan kepercayaan diri skuad usai kekalahan di Lisbon.

"Saya juga senang mereka mendapatkan kepercayaan diri dari hasil Minggu lalu. Ini memberi perasaan baik ketika mereka merasakan apa yang kami minta berhasil diterapkan dalam pertandingan," tutur Wouter Vrancken, Pelatih Hearts.

Evaluasi taktik terus dilakukan staf pelatih Hearts melalui analisis rekaman video pertandingan guna membenahi celah di lini belakang.

"Kami tunjukkan situasi di mana dia bisa lebih baik, terutama saat bertahan dimana kami terkadang mundur terlalu cepat dan terlambat dalam duel. Kami menggunakan rekaman video dan berdiskusi sehingga dia bisa menyampaikan perasaannya. Saya senang dia tampil bagus dan hasilnya juga positif," kata Wouter Vrancken, Pelatih Hearts.

Mengingat kembali laga leg pertama di Estádio da Luz pada Kamis, 6 Agustus 2026, Hearts kebobolan enam gol oleh aksi Rafa Silva, Tomás Araújo, Vangelis Pavlidis, Gianluca Prestianni, Jhon Durán, dan Andreas Schjelderup, sebelum Tom Renaud memperkecil kedudukan.

"Mungkin karena kurangnya pengalaman atau rasa gugup, karena kami kebobolan gol di awal, tapi kami hanya terus mengumpan bola ke depan. Dan akibatnya, kami tak pernah benar-benar masuk ke dalam alur permainan," ujar Wouter Vrancken, Pelatih Hearts.

Meskipun sempat memberikan tekanan di pertengahan babak pertama, Hearts gagal mengonversi peluang menjadi gol tambahan.

"Ada beberapa momen di babak pertama ini, kami berhasil menemukan celah, lalu bisa sedikit bernapas lega. Namun, sebenarnya cukup mengecewakan melihat bahwa kami tidak menunjukkan lebih banyak keberanian pada momen-momen tersebut," ucap Wouter Vrancken, Pelatih Hearts.

Di kubu lawan, Kepala Pelatih Benfica Marco Silva mengapresiasi efektivitas taktik anak asuhnya yang mampu tampil dominan sejak menit awal pertandingan.

"Saya menyadari bahwa tim ini semakin membaik, bahwa kami mulai menunjukkan hal-hal yang telah kami persiapkan. Gol pertama juga menjadi contoh yang baik, terutama cara kami mencetaknya," ujar Marco Silva, Kepala Pelatih Benfica.

Silva meminta para pemainnya untuk mempertahankan intensitas permainan tinggi walau sudah mengantongi keunggulan lima gol.

"Saya telah meminta para pemain untuk memulai pertandingan dengan kuat, dan itulah yang kami tunjukkan. Selalu penting untuk mencetak gol lebih awal, tetapi bukan hanya soal mencetak gol saja, cara kami memulai dengan kuat, berusaha bermain secara ofensif, sekaligus tetap bersaing," kata Marco Silva, Kepala Pelatih Benfica.

Penyerang Benfica Gianluca Prestianni, yang menyumbang satu gol dan memenangkan hadiah penalti pada leg pertama, menegaskan komitmen timnya untuk tetap membidik kemenangan di Skotlandia.

"Saya sangat bahagia, sekarang kami harus pergi untuk menang di kandang mereka dan melangkah ke babak berikutnya. Leg kedua masih 0-0," kata Gianluca Prestianni, Penyerang Benfica.

Pemain asal Argentina tersebut optimistis mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi skuad pada musim kompetisi ini.

"Tentu saja, secara individu saya masih kekurangan gol, saya tahu ada banyak kerja keras baik secara ofensif maupun defensif, tetapi saya pikir musim ini akan jauh lebih baik daripada musim sebelumnya. Saya berbicara dengan teman-teman saya bahwa hari ini saya bisa mencetak gol, dan bersyukur saya berhasil mencetaknya," ujar Gianluca Prestianni, Penyerang Benfica.

Prestianni juga menyoroti proses adaptasi taktik di bawah arahan Marco Silva yang berjalan sangat positif bagi seluruh anggota tim.

"Saya sangat bahagia, di setiap latihan saya merasa semakin baik dalam beradaptasi dengan gaya permainan Marco Silva. Ini sangat bagus, baik saya maupun seluruh tim sedang beradaptasi dengan gaya permainan yang sangat baik dan kami akan memberikan segalanya musim ini untuk mencapai semua target. Para pendukung? Saya merasakan kasih sayang mereka, saya sangat berterima kasih kepada mereka dan, karena itu, saya berusaha menunjukkan kerja keras dan pengorbanan di dalam lapangan agar para pendukung merasa senang," tutur Gianluca Prestianni, Penyerang Benfica.

Benfica hanya membutuhkan hasil imbang atau kekalahan dengan selisih maksimal empat gol pada leg kedua untuk memastikan tempat di babak play-off Liga Europa.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed