Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi 3 Bulan Didukung Pelemahan Dolar AS
Harga emas mencapai level tertinggi lebih dari tiga bulan pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, dipicu oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan sinyal teknikal yang menunjukkan tren bullish, menurut dilansir dari Investor Daily.
Penutupan harga emas melonjak 1,88% menjadi US$ 4.604,09 per ons troi, dengan harga sempat menyentuh US$ 4.631,99 per ons troi, level tertinggi sejak 15 Mei 2026. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik 1,97% menjadi US$ 4.661,6 per ons troi.
Sepanjang pekan tersebut, harga emas menguat lebih dari 5%, termasuk lonjakan harian terbesar sejak awal Februari pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Peningkatan harga emas didorong oleh faktor teknikal, di mana harga logam mulia ini berhasil menembus moving average 200 hari di sekitar US$ 4.513 per ons troi, yang dianggap sebagai sinyal bullish oleh analis teknikal.
"Faktor besarnya tentu saja teknikal. Langkah berikutnya adalah US$ 4.700 jika momentum ini berlanjut. Namun, saya juga menilai pergerakan ini sangat didorong oleh penurunan dolar AS," ujar Bart Melek, kepala strategi komoditas global TD Securities.
Dolar AS berada di dekat level terendah sejak pertengahan Mei, memicu keraguan investor terhadap upaya Departemen Keuangan AS meredam gejolak pasar obligasi yang dianggap dapat mengikis kepercayaan terhadap mata uang tersebut.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, bahwa pemerintah dapat memperluas pembelian kembali obligasi pemerintah. Sebelumnya, Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana menggandakan pembelian kembali surat utang tenor panjang.
Pelemahan dolar membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain dan meningkatkan daya tariknya sebagai aset lindung nilai.
Goldman Sachs mencatat lonjakan permintaan opsi beli emas di tengah meningkatnya kebutuhan instrumen lindung nilai terhadap risiko kebijakan makroekonomi global.
Menurut Goldman Sachs, ketidakpastian terkait kenaikan suku bunga AS setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga pada Juli, serta data ekonomi yang melemah, kembali mendorong minat spekulatif terhadap emas di COMEX.
Permintaan terhadap ETF emas yang sensitif terhadap suku bunga juga meningkat, dan tingginya permintaan opsi beli diperkirakan memperbesar pergerakan harga emas, baik naik maupun turun.
Dari pasar fisik, kenaikan harga emas mulai menahan permintaan ritel di India, sementara permintaan di China tetap stabil sebagai salah satu konsumen emas terbesar dunia.
Bank sentral Polandia memperlambat pembelian emas menjadi 7,8 ton pada Juli, sebagaimana data yang dirilis Jumat.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 2,3% menjadi US$ 69,62 per ons troi, platinum menguat 2,8% menjadi US$ 1.878,58 per ons troi, dan palladium naik 0,8% menjadi US$ 1.344,96 per ons troi. Keempat logam tersebut berada dalam tren penguatan mingguan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow