Harga Emas dan Bitcoin Berpeluang Naik Akibat Tekanan Obligasi

Smallest Font
Largest Font

Aset alternatif seperti emas dan bitcoin (BTC) berpotensi melanjutkan penguatan akibat gelombang tekanan yang memicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah global, khususnya Treasury Amerika Serikat pada Rabu (2/9/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Kenaikan imbal hasil surat utang jangka panjang tersebut dipicu oleh kekhawatiran para pelaku pasar terhadap pembengkakan utang dan risiko inflasi AS. Kondisi ini memicu pergeseran minat investor dari mata uang fiat dan aset berdenominasi dolar AS ke instrumen investasi alternatif.

Pergerakan imbal hasil Treasury 30 tahun tercatat menembus angka 5,28 persen pada 1 September 2026. Angka tersebut menyamai posisi sebelum Departemen Keuangan AS memperluas program pembelian kembali obligasi (buyback) pertengahan Agustus lalu. Sementara itu, imbal hasil Treasury 10 tahun menyentuh level 4,8 persen yang merupakan lonjakan tertinggi sejak awal 2025.

Head of Research Pluang, Jason Gozali menilai respons teknis pemerintah Amerika Serikat belum mampu meredam volatilitas dan ketakutan pasar.

"Kegagalan intervensi Scott Bessent (Menteri Keuangan Amerika Serikat) menegaskan bahwa satu langkah teknis tidak cukup meredam kekhawatiran pasar terhadap utang dan inflasi AS yang membengkak," kata Jason, Head of Research Pluang.

Tekanan di pasar obligasi negara tidak hanya berpusat di AS, melainkan meluas ke sejumlah negara maju lain seperti Inggris dan Jerman. Aset kripto dan logam mulia pun dinilai kian diminati karena tidak bergantung pada struktur mata uang fiat.

Melihat kondisi makroekonomi tersebut, Pluang memutuskan untuk tidak mengubah proyeksi harga batas atas untuk kedua komoditas unggulan tersebut.

"Kami mempertahankan target harga emas US$ 5.200 per troy ons dan bitcoin (BTC) US$ 100.000 dalam 12 bulan," ujar Jason, Head of Research Pluang.

Pemerintah AS sebenarnya berencana meningkatkan skala operasi buyback hingga dua kali lipat mulai 9 September 2026 demi menekan biaya pinjaman jangka panjang. Namun, belum ada rincian nominal pasti terkait intervensi lanjutan tersebut, sehingga investor tetap menuntut kompensasi imbal hasil yang lebih tinggi untuk memegang obligasi tenor panjang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed