Harga Emas Berpotensi Koreksi Sebelum Lanjutkan Tren Naik
Harga emas spot menguat 0,35 persen ke level US$ 4.255,38 per ons troi pada Jumat (7/8/2026), meski berpotensi mengalami koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan tren kenaikan. Pergerakan ini terjadi setelah emas ditutup melemah 0,15 persen pada hari sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menyampaikan bahwa grafik harian emas menunjukkan pergerakan teknikal yang masih berada dalam jalur penguatan solid.
"Meski demikian, harga saat ini telah memasuki area resistance sehingga berpotensi memicu aksi ambil untung (profit taking)," tulis Geraldo dalam risetnya, Jumat (7/8/2026).
Geraldo menambahkan bahwa potensi tren penguatan akan tetap terjaga selama harga mampu bertahan di atas titik support penting, sehingga koreksi dapat dimanfaatkan sebagai momentum masuk pasar.
"Investor sebaiknya menunggu harga terkoreksi ke area support sebelum membuka posisi beli. Area US$ 4.179 per ons troi menjadi level yang patut dicermati karena berpotensi menjadi titik munculnya kembali tekanan beli," ujar Geraldo.
Apabila terbentuk pola swing low di sekitar area tersebut, hal itu menandakan berkurangnya tekanan jual dan pembeli mulai mengambil alih pergerakan.
Lebih lanjut, ia memproyeksikan harga emas berpotensi menguji level resistance pada US$ 4.331 per ons troi dan berlanjut hingga US$ 4.382 per ons troi jika didukung volume beli yang kuat.
Dari faktor fundamental, dukungan terhadap emas dipicu oleh tingginya permintaan aset safe haven serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).
“Pelaku pasar kini menantikan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan emas dalam jangka pendek,” tambahnya.
Data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dapat memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan menekan dolar AS, sedangkan data yang lebih kuat berpotensi memicu koreksi sementara pada harga emas.
“Namun, keberlanjutan reli sangat bergantung pada kemampuan harga bertahan di area support, serta respons pasar terhadap data NFP yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter The Fed,” tutup Geraldo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow