Harga Emas Dunia Melonjak Lebih Dari Satu Persen
Harga emas dunia kembali melonjak lebih dari satu persen pada perdagangan Kamis (9/7/2026) karena dipicu aksi beli saat harga murah oleh para pelaku pasar. Lonjakan komoditas ini terjadi di tengah pengawasan ketat pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengguncang sektor keuangan global, sebagaimana dilansir dari Investor Daily melalui Reuters.
Nilai emas spot melesat 1,14 persen ke level US$ 4.123,82 per ons troi setelah sebelumnya sempat menyentuh angka terendah mingguan. Pada saat yang sama, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Agustus juga ditutup menguat sebesar 1,23 persen menuju posisi US$ 4.132,65 per ons troi.
Aksi beli pasca-penurunan tajam pada sesi sebelumnya dinilai menjadi faktor utama pendorong penguatan logam mulia saat ini. Kendati demikian, arah pergerakan komoditas ini ke depan masih akan sangat bergantung pada respons bank sentral terhadap kondisi inflasi.
"Ada aksi bargain hunting setelah penurunan harga kemarin. Dalam jangka pendek, penggerak utama emas tetap kebijakan suku bunga The Fed," ujar Bob Haberkorn, Senior Market Strategist StoneX.
Peluang kelanjutan penguatan harga emas dan perak diproyeksikan terbuka lebar jika bank sentral Amerika Serikat tersebut menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar. Namun, tekanan baru akan kembali membayangi logam mulia apabila terdapat sinyal kelanjutan kenaikan suku bunga.
"Jika The Fed mengambil sikap lebih dovish terhadap suku bunga, harga emas dan perak berpotensi melanjutkan penguatan. Sebaliknya, jika The Fed kembali memberi sinyal kenaikan suku bunga, logam mulia diperkirakan berada di bawah tekanan," kata Bob Haberkorn.
Dari sektor geopolitik, ketegangan di Timur Tengah kembali meruncing setelah militer Iran melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Situasi tersebut memberikan tekanan berat pada kesepakatan gencatan senjata yang baru berjalan selama tiga pekan, sekaligus memicu kekhawatiran peningkatan inflasi akibat kenaikan harga energi.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga acuan pada September mendatang kini berada di angka sekitar 62 persen. Selain itu, HSBC telah memangkas proyeksi rata-rata harga emas tahun 2026 menjadi US$ 4.560 per ons troi dan tahun 2027 menjadi US$ 4.925 per ons troi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow