Harga Bitcoin Tergelincir usai Sentuh Level Tertinggi Tiga Pekan
Harga Bitcoin (BTC) terpantau tergelincir pada perdagangan Kamis pagi akibat aksi ambil untung (profit taking) setelah sempat melonjak ke level tertinggi dalam tiga pekan terakhir.
Aksi ambil untung tersebut muncul di tengah optimisme meredanya inflasi Amerika Serikat (AS), sementara pelaku pasar kini mencermati peluang Bitcoin menembus level resistensi menuju US$ 70.000.
Dikutip dari Investor Daily, data CoinMarketCap mencatat kapitalisasi pasar kripto global menguat 0,07% menjadi US$ 2,23 triliun dalam 24 jam terakhir.
Sementara itu, harga Bitcoin (BTC) terlihat tergelincir 0,39% ke level US$ 64.679,03 per koin atau sekitar Rp 1,17 miliar dengan asumsi kurs Rp 18.140 per dolar AS.
Indeks CoinDesk 20 yang mencerminkan kinerja 20 aset kripto terbesar menguat 0,77%, dengan Ethereum melesat 1,51% ke US$ 1.915, sedangkan Binance (BNB) terkoreksi 0,22% ke US$ 580.
Kenaikan pasar kripto sebelumnya terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Produsen (PPI) turun 0,3% secara bulanan pada Juni, sementara secara tahunan inflasi produsen tercatat 5,5%.
Penurunan PPI tersebut terutama dipicu oleh melemahnya harga barang jadi sebesar 1,4%, walaupun harga di sektor jasa masih mengalami peningkatan sebesar 0,2%.
Ekonom Mohamed El-Erian menilai data tersebut menjadi sentimen positif bagi aset berisiko karena berpotensi mendorong penguatan pasar saham sekaligus mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga.
Melalui platform X, Mohamed El-Erian menulis:
"Angka inflasi yang jauh lebih baik dari perkiraan ini berpotensi mendorong penguatan pasar saham sekaligus mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat."
Data PPI ini melengkapi laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) yang juga menunjukkan perlambatan inflasi lebih besar dari perkiraan, sehingga memperkuat keyakinan investor bahwa tekanan inflasi di AS mulai mereda.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin pada September kini tidak lagi menjadi skenario yang paling dominan di pasar.
Meskipun momentum penguatan masih terjaga, sejumlah analis mengingatkan bahwa Bitcoin saat ini masih menghadapi area resistensi yang cukup penting.
Trader Daan Crypto Trades menyebutkan bahwa likuiditas terbesar saat ini berada di kisaran US$ 65.600 dan terutama pada level US$ 67.200.
Jika Bitcoin mampu menembus level US$ 67.200, peluang kenaikan menuju US$ 70.000 akan semakin terbuka dan membawa kembali harga ke kisaran perdagangan US$ 60.000 hingga US$ 80.000.
Di sisi lain, analis Rekt Capital menilai posisi Bitcoin kini mendekati exponential moving average (EMA) 50 bulan yang secara historis menjadi area penolakan harga pada fase pasar bearish.
Senada dengan proyeksi tersebut, trader Killa memperkirakan apabila pola historis 12 bulan terakhir kembali terulang, Bitcoin berpotensi mengalami koreksi atau pullback hingga akhir bulan sebelum melanjutkan tren berikutnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow