Harga Batu Bara Diperkirakan Tetap Tertekan Pekan Ini
Tren penurunan atau bearish diproyeksikan masih membayangi pergerakan harga batu bara pada perdagangan pekan ini. Koreksi ini dipicu oleh dinamika sentimen di pasar energi global, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Senin (10/8/2026). Research and Development ICDX Girta Yoga menjelaskan bahwa fokus utama para pelaku pasar saat ini tertuju pada pergerakan permintaan dari China dan India sebagai dua konsumen terbesar di dunia.
Tingkat pasokan dari produsen utama seperti Indonesia dan Australia turut memengaruhi keseimbangan pasar. Kebijakan transisi ke energi bersih di negara-negara konsumen utama juga membayangi pasar komoditas ini. Laju percepatan energi terbarukan berisiko menahan pertumbuhan permintaan batu bara dalam jangka menengah hingga panjang.
Selain itu, pergerakan harga dan ketersediaan pasokan gas alam dipantau secara ketat oleh para investor. Gas alam menjadi komoditas substitusi utama bagi batu bara dalam sektor pembangkitan listrik.
"Untuk perdagangan pekan ini, harga batu bara diperkirakan bergerak pada resistance harga batu bara berada pada kisaran US$ 128-129,50 per ton. Sementara itu, support berada di rentang US$127,75-126,25 per ton," kata Research and Development ICDX, Girta Yoga. Meskipun dibayangi penekanan harga dalam jangka pendek, Yoga menilai prospek komoditas ini pada semester II-2026 tidak sepenuhnya negatif. Pergerakan harga diperkirakan berada pada rentang netral hingga bullish moderat di kisaran US$ 125–145 per ton.
Dukungan terhadap stabilitas harga batu bara diprediksi muncul dari potensi gangguan produksi serta penyesuaian kebijakan ekspor di negara-negara produsen utama. "Di sisi permintaan, perkembangan ekonomi dan kebutuhan energi China serta India tetap menjadi perhatian utama. Kedua negara tersebut memiliki peran besar dalam menentukan arah permintaan batu bara global," ujar Research and Development ICDX, Girta Yoga.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow