Raja Harald V Meninggal Usia 89 Tahun Setelah Dirawat Infeksi

Smallest Font
Largest Font

Raja Harald V meninggal dunia di Rumah Sakit Universitas Oslo pada Jumat, 28 Agustus 2026, saat berusia 89 tahun, setelah dirawat akibat infeksi bakteri dalam darah. Kabar itu memicu masa berkabung nasional dan kedatangan warga untuk memberi bunga di Oslo, dilansir dari Investor Daily.

Istana kerajaan menyatakan Harald wafat dengan tenang pukul 06.35 waktu setempat. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung nasional hingga pemakaman selesai, dilansir dari Investor Daily.

Ratusan warga mendatangi istana di Oslo untuk meletakkan bunga, sementara ucapan belasungkawa datang dari para pemimpin politik, keluarga kerajaan Eropa, hingga bintang sepak bola Norwegia Erling Haaland, dilansir dari Investor Daily.

“Raja Harald meninggal dunia dengan tenang di Rumah Sakit Universitas Oslo pada Jumat, 28 Agustus, pukul 06.35 waktu setempat,” demikian pernyataan istana kerajaan, dikutip Reuters.

Harald naik takhta pada 1991 dan selama 35 tahun mendampingi masyarakat Norwegia dalam berbagai masa sulit meski tidak memiliki kekuasaan politik formal, dilansir dari Investor Daily.

Salah satu momen yang paling dikenang terjadi setelah serangan Anders Behring Breivik di Oslo dan Pulau Utoeya pada 2011 yang menewaskan 77 orang. Saat itu, Harald menyampaikan penguatan melalui pidato televisi, dilansir dari Investor Daily.

“kebebasan lebih kuat daripada ketakutan”

Dalam wawancara dengan Reuters pada 2005, Harald juga mengatakan pandangannya terkait keterbukaan keluarga kerajaan. Ia menyebut, “Jika gerbang telah dibuka, akan sangat sulit menutupnya kembali,” dan menambahkan keyakinannya bahwa semuanya berjalan baik, dilansir dari Investor Daily.

“Jika gerbang telah dibuka, akan sangat sulit menutupnya kembali. Saya tidak yakin ingin menutupnya. Sejauh ini, menurut saya semuanya berjalan baik,” kata dalam wawancara dengan Reuters pada 2005.

Pada 2016, Harald menekankan toleransi dan menyatakan Norwegia dapat berasal dari beragam latar belakang, keyakinan, dan orientasi seksual, dilansir dari Investor Daily.

Pada periode menjelang kepergian Harald, dukungan publik terhadap institusi monarki menurun dari 70% pada Januari 2026 menjadi 60% pada Februari, lalu naik menjadi 64% pada Mei. Namun, popularitas Harald secara personal tetap tinggi, dengan skor 9,2 dari 10 pada survei Norstat Februari sebagai anggota kerajaan yang paling baik mewakili keluarga kerajaan Norwegia, dilansir dari Investor Daily.

Kepergian Harald terjadi ketika keluarga kerajaan juga menghadapi sorotan akibat persoalan yang menekan kepercayaan publik. Sorotan mencuat pada Mette-Marit, yang telah meminta maaf atas persahabatannya dengan mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, dilansir dari Investor Daily.

Putra Mette-Marit dari hubungan sebelum pernikahannya dengan Haakon, Marius Hoiby, dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pemerkosaan dan satu dakwaan kekerasan dalam rumah tangga. Ia dijatuhi hukuman empat tahun penjara, namun putusan masih dalam proses banding, dilansir dari Investor Daily.

Setelah Harald meninggal, Haakon yang berusia 53 tahun naik takhta menjadi Raja Haakon VIII. Putrinya, Ingrid Alexandra, menjadi putri mahkota, sementara Mette-Marit menjadi ratu, dilansir dari Investor Daily.

Harald juga sempat menolak turun takhta meski kesehatannya menurun. Pada 2024 ia dirawat karena infeksi ketika berlibur di Malaysia, menerima alat pacu jantung sementara, lalu dipasang alat pacu jantung permanen setelah diterbangkan pulang, dilansir dari Investor Daily.

Ia menolak turun takhta dan menegaskan sumpah sebagai raja berlaku seumur hidup. Harald juga menolak gagasan turun takhta dan menyampaikan pandangannya bahwa di Norwegia tidak ada tradisi turun takhta, dilansir dari Investor Daily.

“Di Norwegia tidak ada tradisi turun takhta. Namun, kita tidak pernah tahu, mungkin jika Anda benar-benar kehilangan kewarasan,” ungkapnya dalam wawancara dengan Reuters.

Harald lahir pada 21 Februari 1937 dan menjadi pewaris kerajaan pertama yang lahir di Norwegia dalam hampir 570 tahun. Ia menjalani masa kanak-kanak di pengasingan selama pendudukan Nazi dan kemudian kembali ke Norwegia setelah Perang Dunia II berakhir pada 1945, dilansir dari Investor Daily.

Atas pernikahannya dengan Sonja Haraldsen pada 1968, hubungan mereka sempat tidak mendapat persetujuan sebelum ayahnya memberikan izin. Harald dikenal sebagai kepala negara yang sering hadir mendekati masyarakat, terutama saat rakyat menghadapi kehilangan, dilansir dari Investor Daily.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed