Eunice Newton Foote Temukan Efek Rumah Kaca Sejak Tahun 1850

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Penemuan efek rumah kaca oleh ilmuwan perempuan Eunice Newton Foote pada tahun 1850 menjadi fondasi penting bagi penelitian krisis iklim modern, seperti dilansir dari Detikcom.

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besarnya, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) sempat merayakan peringatan ulang tahun Foote yang ke-200 beberapa tahun lalu.

Pada masanya, Foote dikategorikan sebagai filsuf alam atau ilmuwan amatir. Ia merancang eksperimen awal untuk mengukur tingkat penyerapan panas dari radiasi Matahari oleh berbagai jenis gas atmosfer.

Melalui pengujian menggunakan tabung kaca bertermometer air raksa, Foote mendapati bahwa udara lembap menahan panas lebih tinggi dibanding udara kering, dengan tingkat pemanasan tertinggi ditemukan pada gas karbon dioksida.

"Wadah yang berisi gas ini menjadi sangat panas, terasa jauh lebih panas dibandingkan wadah lainnya, dan saat dijauhkan [dari Matahari], proses pendinginannya memakan waktu jauh lebih lama," tulis Foote dalam buku catatannya seperti dikutip dari laman NOAA, Senin (24/8/2026).

Meskipun percobaan Foote belum sepenuhnya menjelaskan mekanisme uap air dan gas rumah kaca dalam menyerap radiasi inframerah Bumi, pengujian tersebut memberikan wawasan awal mengenai dampaknya terhadap iklim planet.

"Atmosfer yang mengandung gas tersebut akan memberikan suhu tinggi bagi Bumi kita; dan jika, seperti dugaan sebagian pihak, pada suatu masa dalam sejarahnya udara mengandung proporsi gas tersebut yang lebih besar daripada saat ini, maka peningkatan suhu... pastilah terjadi," tulis Foote.

Karya Ilmiah Dibacakan oleh Rekan Pria

Hasil penelitian Foote resmi dipresentasikan dalam Pertemuan Tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS) pada 23 Agustus 1856.

Namun, keterbatasan peran gender pada abad ke-19 membuat makalah ilmiah karya Eunice Newton Foote dibacakan oleh rekan prianya, Joseph Henry.

Dalam pengantarnya, Prof. Henry menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak mengenal batasan gender maupun negara, serta menyebutkan bahwa ranah perempuan mencakup pencarian kebenaran.

Temuan Foote mengenai pengaruh karbon dioksida dan uap air terhadap pemanasan radiasi Matahari ini dipaparkan tiga tahun lebih awal sebelum publikasi ilmuwan asal Irlandia, John Tyndall.

Penelitian lanjutan oleh Tyndall berhasil membuktikan secara rinci bahwa pemanasan terjadi akibat penyerapan energi inframerah termal oleh gas atmosfer, bukan dari sinar tampak Matahari.

Dalam publikasinya, Tyndall mencantumkan rujukan bagi peneliti lain seperti Mathias Pouillet, tetapi tidak menyertakan nama Foote dalam laporan ilmiah tersebut.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed