Donald Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz atau Hadapi Serangan

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan ancaman keras kepada pemerintah Iran untuk segera membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz pada Rabu (5/8/2026), dilansir dari Investor Daily. Langkah ini diambil untuk mengamankan kembali pasokan minyak dan gas dunia yang terganggu akibat blokade. Donald Trump menegaskan bahwa militer AS akan menghantam Iran secara intensif jika proses negosiasi diplomasi yang sedang berlangsung mengalami kegagalan.

Ia menyebutkan kesepakatan pembukaan jalur perairan vital tersebut berpeluang tercapai dalam waktu dekat. "Selat tersebut harus segera dibuka, atau mereka akan dihantam sangat keras, dan setelah itu selat pasti akan terbuka," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Di sisi lain, Pemerintah AS, Iran, dan Oman dilaporkan sedang merampungkan draf kesepakatan sementara berdurasi 60 hari untuk menjamin navigasi kapal komersial. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membenarkan keterlibatan Washington dalam komunikasi diplomasi yang dimediasi oleh Oman tersebut.

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran sempat membantah adanya dialog langsung dengan Washington. Menanggapi bantahan dari pihak Tehran, Trump menilai sikap Iran tersebut licik dan menegaskan blokade balasan dari AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap berlaku hingga adanya kesepakatan penuh. Eskalasi di jalur laut ini memicu risiko keamanan bagi armada internasional, termasuk insiden kapal kargo yang dihantam proyektil di Selat Hormuz pada Selasa (4/8/2026) hingga menyebabkan satu awak hilang. Konflik bersenjata kedua negara yang meletus sejak 28 Februari 2026 ini terus mengancam stabilitas rantai pasok energi global.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed