Demi Vollering Pertahankan Jersey Kuning di Tour de France Femmes

Smallest Font
Largest Font

Pebalap sepeda Demi Vollering mempertahankan jersey kuning sebagai pemuncak klasemen umum pada etape terakhir Tour de France Femmes yang berlangsung Minggu, 9 Agustus 2026 di Nice, Prancis. Pebalap asal Belanda tersebut unggul tipis delapan detik dari rival utamanya, Katarzyna Niewiadoma-Phinney.

Persaingan ketat ini diwarnai insiden kontroversial pada etape kedelapan saat rekan setim Vollering di FDJ United-Suez, Célia Gery, dinilai menutup jalur Niewiadoma-Phinney di tikungan sebelum tanjakan akhir. Kejadian tersebut memaksa Niewiadoma-Phinney berhenti mengayuh dan kehilangan momentum untuk mengejar Vollering.

Niewiadoma-Phinney mengutarakan kekecewaannya secara langsung di garis finis kepada Gery mengenai insiden penutupan jalur ke arah pagar pembatas tersebut.

"Mengapa kamu melakukan itu? Mengapa kamu menutup jalurku ke pagar pembatas? Apakah itu bagian dari rencana?" tanya Katarzyna Niewiadoma-Phinney, pebalap sepeda Canyon/SRAM.

Niewiadoma-Phinney menilai tindakan yang dialaminya saat memasuki tanjakan tersebut sebagai hal yang disengaja dan tidak sportif dalam kompetisi.

"Saya sangat kesal di awal tanjakan karena Gery sengaja memblokir saya ke arah pagar pembatas sehingga saya harus berhenti mengayuh," ujar Katarzyna Niewiadoma-Phinney, pebalap sepeda asal Polandia.

Ia menambahkan pandangannya mengenai etika bertanding dalam persaingan gelar juara umum.

"Jadi saya merasa jika mereka ingin bersaing, mereka harus bersaing secara adil dan tidak berusaha memblokir saya ke pagar pembatas, karena saya merasa itu sangat kekanak-kanakan, dan jujur saya kehilangan semua rasa hormat kepada mereka karena hal itu," kata Katarzyna Niewiadoma-Phinney, juara bertahan Tour de France Femmes.

Vollering memberikan pembelaan terhadap rekan setimnya atas tuduhan manuver berbahaya yang dilontarkan oleh pesaingnya tersebut.

"Dia adalah rekan tim yang sangat kuat dan luar biasa, dan saya yakin pada saat dia bergerak melebar, dia mungkin tidak melihat Kasia," ujar Demi Vollering, pemegang jersey kuning Tour de France Femmes.

Ia menilai insiden di lintasan balap merupakan dinamika wajar yang kerap terjadi dalam situasi kecepatan tinggi.

"Saya yakin dia tidak melakukannya dengan sengaja, dan saya pikir Kasia juga tahu jauh di dalam hatinya bahwa hal semacam itu terkadang terjadi dalam balapan. Itu adalah bagian buruk dari balapan dan juga bagian yang rumit dari balapan," kata Demi Vollering, juara Tour de France Femmes 2023.

Manajer tim FDJ-United Suez, Lars Boom, mengonfirmasi kepada media Wielerflits bahwa Gery menjalankan strategi balap sesuai dengan instruksi tim. Boom menegaskan bahwa Gery dipastikan tidak memiliki niat buruk untuk menjatuhkan lawan ke pagar pembatas.

Sementara itu, mantan pebalap WorldTour Taylor Phinney menyampaikan kritikan tajam melalui akun media sosialnya terkait manuver yang merugikan istrinya tersebut.

"Tugas orang ini di depan sudah selesai. Bayangkan seorang pebalap 'lead-out' dalam 'sprinter' melakukan hal yang sama? Kasia mendapatkan kecepatan di sisi luar, namun Gery mengayuh untuk mendorongnya keluar, menutup jalan keluar tikungan dan memaksa Kasia untuk memotong kecepatan," tulis Taylor Phinney, mantan pebalap sepeda profesional Amerika Serikat.

Phinney menilai tindakan penutupan jalur tersebut tidak mencerminkan tingkat profesionalisme tim papan atas.

"Apakah ini balap sepeda? Ya memang. Apakah ini ilegal?

Saya rasa tidak. Apakah ini cara membalap yang kotor? Bagi saya, ya.

Ini menyerupai sesuatu yang picik yang biasa Anda lihat dalam balapan junior atau 'kriteria lapangan parkir', bukan manuver yang Anda harapkan dari salah satu tim terbaik dunia dalam balapan sepeda terbesar tahun ini," tulis Taylor Phinney, suami Kasia Niewiadoma-Phinney.

Ia menegaskan pentingnya rasa saling menghormati antarpebalap di dalam peloton selama kompetisi berlangsung.

"Saya berdiri bersama K, tentu saja," tulis Taylor Phinney.

Phinney menambahkan refleksinya mengenai etika dan reputasi pebalap di arena internasional.

"Ya, memang benar ini adalah balap sepeda, dan orang-orang dapat membalap sesuai keinginan mereka, membalap dengan rasa hormat kepada pebalap lain atau tidak. Saya bertemu banyak pebalap yang membalap tanpa rasa hormat pada masa saya. Peloton akan selalu mengingat siapa yang membalap dengan kelas dan siapa yang tidak," tulis Taylor Phinney.

Rekaman video penonton di lokasi kejadian menunjukkan Niewiadoma-Phinney sempat kehilangan keseimbangan dan menekan rem di tikungan. Namun, juri video UCI memutuskan tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Gery dan tidak memuat insiden tersebut dalam buletin resmi pascabalarapan.

Etape penutup sepanjang 99,2 kilometer mengelilingi perbukitan Nice menghadirkan empat rintangan tanjakan Col d'Eze. Pada balapan ini, pebalap peringkat ketiga klasemen umum Marlen Reusser sempat mengalami kecelakaan saat melintasi jalur menurun sebelum akhirnya dapat melanjutkan perlombaan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow