Chelsea Rekrut Maxence Lacroix dan Hadapi Penumpukan Bek Tengah
Chelsea resmi mengumumkan perekrutan bek tengah asal Prancis, Maxence Lacroix, dari Crystal Palace pada Kamis untuk memperkuat skuad menghadapi musim baru di bawah arahan pelatih Xabi Alonso. Transaksi bernilai 52 juta pound sterling atau sekitar 60,7 juta euro tersebut mengikat sang pemain dengan kontrak enam tahun hingga 2032.
Kedatangan Lacroix membuat pengeluaran transfer musim panas Chelsea menembus lebih dari 200 juta pound sterling, menyusul kesepakatan sebelumnya dengan Morgan Rogers dan Marco Palestra. Langkah ini juga menjadikan Lacroix sebagai salah satu bek termahal yang dibeli Chelsea dari klub Premier League, di bawah Wesley Fofana dan Marc Cucurella.
Perekrutan ini sekaligus menambah tumpukan bek tengah The Blues menjadi 10 pemain, yang juga mencakup Levi Colwill, Wesley Fofana, Trevoh Chalobah, Mamadou Sarr, Tosin Adarabioyo, Axel Disasi, Benoit Badiashile, Aaron Anselmino, dan Josh Acheampong. Manajemen klub berencana melepas sejumlah nama, termasuk meminjamkan Josh Acheampong serta menjual Axel Disasi dan Benoit Badiashile.
Manajer Chelsea, Xabi Alonso, menanggapi situasi penumpukan pemain tersebut saat memimpin tur pramusim di Australia.
"Idealnya kami punya empat-lima bek tengah saja," ungkap manajer Chelsea, Xabi Alonso dilansir dari Express.
Sebelum kesepakatan rampung, Alonso juga sempat menjelaskan fokus utamanya dalam membangun kedalaman tim menjelang bergulirnya kompetisi.
"Kami ingin membangun tim yang kompetitif, dan kami sedang dalam proses itu. Kami memiliki kualitas dan bakat yang luar biasa, dan kami juga perlu memahami bagaimana tetap kompetitif di Premier League. Kami ingin skuat memiliki keseimbangan yang tepat antara kualitas pemain dan mentalitas," kata Alonso.
Ia menambahkan mengenai kriteria pemain yang dibutuhkan oleh klub.
"Elemen-elemen ini harus selaras dengan tahap kematangan pemain, titik waktu dalam karier mereka, rasa lapar, keinginan, dan tingkat komitmen. Namun, saya pikir kami menyambut musim baru dengan energi yang baik, ini sangat penting," ujar Alonso.
Sementara itu, Maxence Lacroix menyampaikan kesannya setelah menyelesaikan kepindahan ke Stamford Bridge usai mengantar Crystal Palace menjuarai FA Cup dan UEFA Conference League.
"Saya sangat senang menjadi bagian dari klub luar biasa ini. Semua orang mengetahui sejarah Chelsea dan tradisinya dalam meraih kemenangan, dan menjadi bagian dari itu merupakan momen yang sangat membanggakan bagi saya," kata Lacroix kepada media klub.
Ia mengungkapkan hasil diskusinya bersama manajer sebelum memutuskan bergabung.
"Ketika saya berbicara dengan pelatih, saya melihat bahwa kami memiliki arah yang sama dan keinginan yang sama demi klub ini. Kami ingin menang, dan ketika Anda melihat kualitas para pemain yang ada di sini serta segala hal yang mengelilingi klub ini, maka mewujudkan hal itu adalah sesuatu yang mungkin," tambah Lacroix.
Bek berusia 26 tahun tersebut menegaskan target utamanya bersama tim barunya.
"Ambisinya adalah mengangkat gelar-gelar, dan saya tidak sabar untuk berkontribusi dalam mewujudkan hal tersebut," tutur Lacroix.
Di sisi lain, mantan asisten manajer Chelsea, Jody Morris, menyampaikan keraguan terkait efektivitas perekrutan Lacroix jika tim tidak menerapkan skema tiga bek.
"Saya pikir Lacroix bermain bagus dengan sistem tiga bek di Crystal Palace musim lalu, tetapi bermain untuk Crystal Palace dan Chelsea adalah dua hal yang sangat berbeda," kata Morris dalam wawancara bersama Boyle Sports.
Morris menilai rekam jejak Lacroix saat bermain dalam skema empat bek masih belum teruji secara konsisten di tingkat internasional.
"Saya rasa ia tidak tampil bagus di timnas Prancis. Saya pernah mengatakan kepada teman-teman, saya sangat ingin melihatnya bermain dalam formasi empat bek, karena saya hanya pernah melihatnya bermain dalam formasi tiga bek. Ia tampil sangat buruk saat melawan Spanyol, dan juga tidak tampil memuaskan dalam pertandingan di mana Inggris mencetak enam gol," ujar Morris.
Ia menekankan bahwa taktik yang dipilih Xabi Alonso akan menjadi kunci keberhasilan sang pemain.
"Bermain empat bek adalah hal yang sama sekali berbeda. Jika kita berencana menggunakan tiga bek, ia memang sangat cocok untuk tim ini, tetapi saya sangat ingin melihat bagaimana Alonso akan mengaturnya. Apakah ia memiliki pengalaman Premier League?
Apakah ia pernah menunjukkan level tinggi di Premier League? Tentu saja. Jadi jika bermain tiga bek, ia bisa berguna; tetapi jika bermain empat bek, jika kita benar-benar harus menggunakannya, saya harap ia tidak akan sering menunjukkan penampilan seperti itu.
Ia memang menjalani dua musim yang luar biasa di Crystal Palace, tetapi seperti yang saya katakan, Crystal Palace dan Chelsea adalah tantangan yang sangat berbeda," pungkas Morris.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow