Chandra Asri Bangun Fasilitas CA EDC Senilai 800 Juta Dolar

Smallest Font
Largest Font

PT Chandra Asri Pacific Tbk melalui PT Chandra Asri Alkali mencatatkan perkembangan proyek fasilitas Chlor Alkali-Ethylene Dichloride yang mencapai 72 persen hingga Juli 2026. Proyek investasi senilai lebih dari 800 juta dolar AS ini disiapkan untuk beroperasi pada 2027 guna menekan impor bahan kimia dasar, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Senin (20/7/2026).

Pengembangan infrastruktur pendukung meliputi fasilitas distribusi, penyimpanan, serta pengelolaan logistik produk CA-EDC turut dilakukan untuk memperkuat rantai pasok industri kimia nasional dan regional. Proyek strategis ini disiapkan untuk mendukung kemandirian industri bahan kimia dalam negeri.

Di samping itu, perseroan mulai mengkaji pengembangan fasilitas CA-EDC Tahap II melalui studi kelayakan. Rencana ekspansi lanjutan tersebut diperkirakan menyerap investasi sekitar 1 miliar dolar AS guna menambah kapasitas produksi jangka panjang.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat industri kimia nasional.

"Kemajuan pembangunan fasilitas CA-EDC menjadi wujud komitmen Chandra Asri untuk memperkuat fondasi industri kimia nasional. Ke depan, melalui studi kelayakan Tahap II dan pembangunan infrastruktur pendukung, kami ingin menghadirkan ekosistem produksi dan distribusi yang semakin terintegrasi sehingga mampu meningkatkan keandalan pasokan bahan kimia dasar bagi industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok regional," ujar Erwin, Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group.

Dari sisi ketenagakerjaan, masa konstruksi fasilitas ini melibatkan sekitar 3.000 pekerja. Operasional penuh pada tahun 2027 diproyeksikan akan membuka 250 lapangan kerja baru.

Kehadiran fasilitas CA-EDC diproyeksikan mampu memasok kebutuhan soda kaustik cair domestik dan menggantikan produk impor hingga 827 ribu ton per tahun. Pengurangan impor tersebut setara dengan efisiensi senilai 293 juta dolar AS atau Rp4,9 triliun per tahun. Sementara itu, produksi Ethylene Dichloride akan ditujukan untuk pasar ekspor dengan potensi devisa mencapai 300 juta dolar AS atau sekitar Rp5 triliun per tahun.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed