Celtic Hadapi LASK Linz pada Kualifikasi Liga Champions

Smallest Font
Largest Font

Ancaman duet penyerang LASK Linz, Samuel Adeniran dan Moses Usor, membayangi persiapan Celtic menjelang laga leg pertama babak playoff kualifikasi Liga Champions di Celtic Park pada Kamis (20/8/2026) pukul 02.00 WIB.

Klub asal Skotlandia tersebut mengusung misi wajib menang di kandang demi menjaga peluang lolos ke fase utama, setelah pada musim lalu tersingkir di babak kualifikasi akibat kalah adu penalti dari Kairat Almaty.

Tim tamu datang dengan catatan impresif setelah mengemas 16 gol dan hanya kebobolan satu kali dalam empat pertandingan awal musim, termasuk kemenangan besar 7-0 atas SC Kalsdorf dan 4-1 atas SV Ried. Christoph Lang menyumbang enam gol dan Samuel Adeniran mengoleksi lima gol untuk LASK.

Sebaliknya, Celtic mengandalkan rekor kandang yang solid dengan mengemas tujuh kemenangan beruntun di Celtic Park serta tiga kemenangan domestik berturut-turut yang menghasilkan 10 gol.

Manajer Celtic, Martin O'Neill, diproyeksikan menerapkan skema tiga bek sejajar yang diisi Cameron Carter-Vickers, Auston Trusty, dan Liam Scales untuk meredam agresi lini depan LASK Linz. Lini serang tuan rumah diperkuat amunisi baru Kasper Hogh, Camilo Duran, Haissem Hassan, dan Mika Baur di tengah absennya Alex Oxlade-Chamberlain akibat sanksi serta Jota dan Alistair Johnston yang dibekap cedera.

Pihak lawan juga kehilangan Art Smakaj dan Ramiz Harakate yang absen akibat cedera, meski LASK tetap berambisi memutus rekor buruk tujuh kekalahan tandang beruntun di kompetisi Eropa.

Kegagalan menembus babak utama pada musim terdahulu diakui menjadi pelecut motivasi bagi seluruh anggota skuad yang bertahan.

"Tentu saja menjadi kekecewaan besar tidak lolos ke Liga Champions," kata Martin O'Neill, Manajer Celtic.

Pria asal Irlandia Utara itu menilai ingatan atas pencapaian musim-musim sebelumnya harus dijadikan dorongan ekstra bagi para pemain.

"Tetapi saya pikir berdasarkan apa yang terjadi pada tahun sebelumnya, menjadi sangat mengecewakan untuk tidak berhasil melewatinya. Secara keseluruhan saya pikir para pemain yang masih berada di klub sepak bola ini, mereka mungkin ingat, mereka mungkin berpikir bahwa mereka memiliki sesuatu yang harus dilakukan untuk mencoba dan mencapainya kali ini," ujar Martin O'Neill, Manajer Celtic.

Kehadirannya di kursi kepelatihan pada fase krusial ini juga menjadi momen yang tidak disangka oleh O'Neill sendiri.

"Saya tidak berpikir September atau Oktober lalu bahwa saya akan duduk di sini sekarang memikirkan pertandingan Liga Champions. Jika ya, saya pasti menontonnya di TV," kata Martin O'Neill, Manajer Celtic.

Mantan pelatih yang membawa Celtic ke final Piala UEFA 2003 itu menegaskan bahwa sejarah kemenangan klub di Piala Eropa 1967 akan selalu menjadi tolok ukur utama.

"Saya telah mengatakan sepanjang waktu, saya pikir standar telah ditetapkan di sini sejak tahun 1967. Dan sejak saat itu, saya percaya bahwa Celtic harus bercita-cita ke arah sana. Kita mungkin tidak akan pernah sampai ke sana.

Dan tentu saja dengan cara pasar keuangan bergerak dalam sepak bola, menjadi semakin sulit bagi tim dari Skotlandia. Namun di luar itu, Anda harus tetap bercita-cita ke arah sana. Itulah yang ingin kami coba lakukan.

Kita mungkin tidak pernah sampai ke sana, tetapi ini adalah standar yang telah ditetapkan. Klub sepak bola ini memenangkan European Cup, dan sungguh, itulah yang harus kita coba lakukan. Kami akan membuat usaha all-out untuk mencoba dan mencapainya," tutur Martin O'Neill, Manajer Celtic.

Laga leg kedua antara Celtic dan LASK Linz dijadwalkan berlangsung enam hari kemudian di Linz, Austria.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed