Brigadir Renita Rismayanti Sabet Hoegeng Awards 2026 Kategori Polisi Inovatif
Anggota Divisi Hubungan Internasional Polri Brigadir Renita Rismayanti menerima penghargaan Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Inovatif di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (31/7/2026) malam. Penghargaan tersebut diberikan atas terobosan digitalisasi pendataan kriminal yang ia rancang saat bertugas dalam misi PBB di Republik Afrika Tengah.
Penyerahan trofi secara langsung dilakukan oleh Ketua MPR Ahmad Muzani setelah nama penerima dibacakan oleh Anggota Kompolnas Gufron Mabruri. Acara puncak penganugerahan ini turut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Chairman CT Corp Chairul Tanjung, serta jajaran menteri dan pimpinan lembaga negara.
Pengembangan sistem digitalisasi data kriminal ini berawal dari pengalaman Renita yang mengamati proses pendataan manual di kawasan konflik. Ia mengawali tugasnya sebagai Petugas Basis Database Kriminal dalam Misi Stabilisasi Terintegrasi Multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA) pada periode 2023–2024.
"Awal penugasan saya, setelah saya tiba di negara tersebut, saya diperkenalkan dengan negara yang masih banyak sekali terjadi konflik di sana. Jadi berbeda sekali dengan negara kita Indonesia," kata Renita.
Tantangan kondisi wilayah tersebut menuntut pengolahan data kepolisian secara lebih terstruktur dan efisien. Renita lantas menangani migrasi data guna mempercepat pelaporan internal organisasi.
"Penempatan pertama saya di sana ditempatkan di seksi analis kriminal unit database kriminal. Sebagai officer di unit database kriminal, pekerjaan saya di sana sehari-hari yaitu melakukan register atas seluruh tindak pidana kriminal yang ada di negara tersebut," kata Renita.
Guna mengatasi kelemahan sistem manual, pimpinan unit menginisiasi digitalisasi pencatatan melalui platform internal PBB. Sistem tersebut kemudian dikembangkan menjadi UNPOL Case Management yang terhubung langsung ke Markas UNPOL.
"Chief Section saya mempunyai ide untuk mengotomatisasikan register tersebut ke platform yang sudah dimiliki UN. Namun platform tersebut belum sempurna, kemudian dibentuklah UNPOL Case Management, setelah platform tersebut terbentuk, pekerjaan kita sangat terbantu, kemudian kita bisa generate statistik-statistik yang diperlukan oleh atasan di misi dengan cepat dan juga real time," kata Renita.
Selain menyempurnakan sistem PBB, Renita memelopori pemasangan basis data digital untuk kepolisian lokal Republik Afrika Tengah. Sebelumnya, ketiadaan sistem pendataan membuat pelacakan pelaku kejahatan tidak berjalan optimal.
"Saya juga handle sebuah proyek besar dari MINUSCA yaitu instalasi database untuk polisi lokal di sana. Sebelumnya polisi lokal di sana belum memiliki database kriminal sama sekali. Sehingga masih banyak pelaku kriminal yang belum ditangkap dan masih berkeliaran di masyarakat sekitar," kata Renita.
Pemetaan wilayah rawan turut dilakukan guna mendukung pergerakan personel di lapangan. Langkah ini direalisasikan dengan membuat peta titik rawan kejahatan.
"Lalu kita kita membuat hot spot map yang isinya adalah titik-titik yang paling kriminogen di sana yang nantinya untuk membantu personel PBB yang lain dalam melakukan patroli," kata Renita.
Inovasi ini mengantarkan Renita meraih penghargaan Women Police of The Year 2023 sebagai Polwan RI pertama yang menerima apresiasi tersebut. Penentuan penerima Hoegeng Awards 2026 sendiri dilakukan melalui penyaringan lebih dari 9.000 usulan masyarakat oleh lima anggota Dewan Pakar, termasuk Alissa Qotrunnada Wahid, Putu Elvina, Mas Achmad Santosa, Gufron Mabruri, dan Habiburokhman.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan keluarga Jenderal Hoegeng, Krisnadi Ramajaya Hoegeng, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan ajang penganugerahan tersebut. Ia berharap kepolisian terus menjaga ketertiban masyarakat.
"Saya atas nama keluarga, atas nama Eyang, Pak Hoegeng dan Ibu Meri, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang amat dalam, atas semua yang telah diberikan kepada keluarga kami. Tak lupa, saya juga menyampaikan rasa terima kasih saya kepada Bapak Kapolri," kata Rama.
Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran pejabat kepolisian dan penyelenggara acara. Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi modal penting bagi keberlanjutan program ini.
"Para bapak-bapak pejabat Mabes Polri, institusi Polri, Kompolnas, Bapak Chairul Tanjung yang mewakili Trans dan detikcom," kata Rama.
Harapan agar Polri tetap mendapatkan kepercayaan publik terus disampaikan oleh pihak keluarga. Hal ini berlandaskan pada pesan yang selalu dititipkan oleh mendiang Jenderal Hoegeng.
"Dan saya harap, dan doa kami seperti yang selalu, eyang kami sampaikan, bahwa ke depan Polri selalu senantiasa lestari dicintai oleh masyarakat Indonesia," kata Rama.
Pernyataan tersebut ditutup dengan ungkapan filosofis terkait ketenteraman masyarakat. Harapan ini menjadi cita-cita utama institusi kepolisian ke depan.
"Dan harapan agar Polri senantiasa dapat mewujudkan toto tentrem kerto raharjo. Amin ya Rabbalamin," kata Rama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow