Tiga Desainer Korea Tampilkan Koleksi Mode di BRI JF3 2026

Smallest Font
Largest Font

Tiga desainer asal Korea Selatan memamerkan rancangan busana terbaru mereka pada ajang BRI JF3 Fashion Festival 2026 yang berlangsung di Summarecon Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Peragaan ini menampilkan beragam gaya mulai dari konsep busana feminin simpel hingga karya bernilai seni tinggi, seperti dilansir dari Investor Daily.

Perancang Baik Jinjoo melalui merek Studio di Perla menghadirkan rancangan bertema 'Aporia' yang didominasi warna hitam, potongan garis tegas, serta sentuhan maskulin. Tema tersebut mengeksplorasi kondisi ketika nilai konvensional tidak lagi memberikan jawaban mutlak sehingga membuka peluang baru.

"Melalui koleksi ini, Studio di Perla mengeksplorasi pembongkaran batasan-batasan yang dibentuk oleh gender, kelas, ras, dan otoritas budaya, sekaligus menyoroti perjalanan individu," kata Baik Jinjoo.

Sementara itu, merek OHGYO memperkenalkan 'July Seven' yang terinspirasi dari proyek seni 3D serta eksplorasi mendalam terhadap kemanusiaan dan alam, seperti hutan, laut, kabut, dan langit malam. Peragaan busana merek ini dikonsep sebagai proyek seni terpadu yang menggabungkan mode, seni rupa, musik, visual, dan pencahayaan.

"Melalui peluncuran July Seven, OHGYO kembali menegaskan identitasnya sebagai merek seni, yang koleksinya tidak didasarkan pada tren musiman, tetapi berasal dari proyek seni 3D yang diwujudkan dalam bentuk busana," kata Mooa, Direktur Artistik OHGYO.

Rancangan tersebut menyuarakan pesan utama mengenai proses keterhubungan antarmanusia, mulai dari momen pertemuan hingga pembentukan sebuah komunitas.

"July Seven bukanlah merek yang berawal dari tren atau mode musiman. Titik awal proyek ini adalah penyelidikan mendalam yang telah berlangsung lama mengenai kemanusiaan dan pengalaman hidup. Sudah sejak lama, saya mengeksplorasi pertanyaan ‘Apa yang menghubungkan sesama manusia?’ melalui filsafat dan seni. Cinta dan kehilangan, pertemuan dan perpisahan, serta emosi-emosi yang dialami sepanjang perjalanan tersebut semuanya telah menjadi inspirasi penting bagi koleksi ini," papar Mooa.

Mooa menjelaskan bahwa unsur alam turut memegang peranan penting dalam menentukan warna, bahan, hingga tata ruang panggung peragaan.

"Melalui koleksi ini, kami berharap para penikmat mode tidak hanya sekadar mengagumi desain-desainnya, melainkan juga merasakan pengalaman yang mendorong mereka untuk kembali merenungkan hubungan mereka dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan dunia," tandas Mooa.

Selain Studio di Perla dan OHGYO, label Consteller DL turut berpartisipasi dengan mengusung filosofi 'Fashion is a Canvas'. Merek tersebut menggabungkan unsur mode, seni, pameran, pertunjukan, dan media dalam satu platform budaya untuk memperluas jaringan internasional di pasar global.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed