BRI Danareksa Sekuritas Prediksi Harga Batu Bara Normal di Semester II 2026

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mengalami kenaikan 0,41% ke Rp 24.500 pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, di tengah perdagangan 1,32 juta saham senilai Rp 32,46 miliar, dengan investor asing melakukan net buy Rp 14,78 miliar, dilansir dari Investor Daily.

Dalam sebulan terakhir, saham ITMG melompat 9,62%. Namun, rasio price to book value (PBV) ITMG masih di bawah 1, tepatnya 0,85, dengan nilai buku per saham sekitar Rp 28.800. Price earning ratio (PER) annualized mencapai 7,51 kali.

BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan harga batu bara akan kembali ke nilai normal pada semester II 2026, tetapi tidak akan mengalami penurunan tajam. Risiko penurunan harga dijaga oleh percepatan pemenuhan kewajiban pasar domestik dan preferensi pembeli untuk mempertahankan persediaan.

Berdasarkan data terbaru, Indonesian Coal Index 3 (ICI3) berada di US$ 84 per ton, dan ICI4 di US$ 64,6 per ton. Kedua indeks ini mencapai puncak pada Juni 2026 dan mulai menurun moderat dalam beberapa minggu terakhir.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta, menyatakan, "Revisi naik dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) berpotensi membuka tambahan pasokan pada semester II-2026." Persetujuan revisi RKAB diharapkan terbit dalam 1-1,5 bulan setelah diajukan pada awal Juli.

Mereka juga menilai risiko terkait Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mulai mereda, meskipun masih ada ketidakpastian mengenai komitmen kontrak pembeli pada 2027.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan sektor batu bara meningkat kuartalan pada kuartal II-2026, didukung oleh peningkatan produksi, volume penjualan, dan harga ekspor. Namun, kenaikan harga jual rata-rata batu bara kemungkinan tertinggal dibandingkan indeks acuan karena porsi penjualan DMO yang lebih besar, ujar Erindra.

Kenaikan biaya, terutama harga high speed diesel (HSD) domestik yang naik 35-40% qoq, diprediksi mengimbangi sebagian manfaat dari pertumbuhan pendapatan. HSD banyak digunakan untuk operasi pertambangan dan pengangkutan batu bara.

BRI Danareksa mempertahankan pandangan overweight untuk sektor batu bara, tetapi menurunkan pandangan taktis tiga bulan menjadi netral. Saat ini, sektor diperdagangkan dengan PER 6,1 kali, mencerminkan ketidakpastian kebijakan dalam valuasi saham.

"Kami tetap menyukai emiten yang memiliki katalis spesifik perusahaan, dukungan dividen, dan ruang aman dari sisi valuasi," ungkap Erindra.

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan ITMG sebagai pilihan utama dengan target harga masing-masing Rp 12.400 dan Rp 34.000. Titik masuk menarik diperkirakan muncul setelah publikasi kinerja kuartal II 2026 dan persetujuan revisi RKAB, serta berkurangnya risiko implementasi DSI dan pemulihan volume produksi pada semester II 2026, tutup Erindra.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed